Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran kabinetnya membahas masalah kebocoran data pemerintah yang salah satunya dilakukan peretas Bjorka, dalam rapat intern di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Berdasarkan hasil penelaahan sementara, data yang beredar hanyalah data-data umum.

“Sebagian data-data yang lama, hanya tim lintas kementerian lembaga, BSSN , Kominfo, Polri, dan BIN juga berkoordinasi untuk menelaah secara dalam,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate usai rapat.

Dalam mengantisipasi kebocoran data yang terjadi, menurutnya perlu ada emergency respon atau tanggap darurat.

Karenanya pemerintah akan melakukan langkah tanggap darurat untuk menghadapi kondisi seperti sekarang ini.

“Jadi akan ada emergency response team dari BSSN , kominfo polri dan BIN untuk melakukan asesmen-asesmen berikutnya,” katanya.

Hanya saja Johnny tidak menjelaskan lebih jauh mengenai apa saja emergency response yang dilakukan pemerintah.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengakui adanya kebocoran data negara yang terjadi belakangan ini.

Mahfud menyebut dirinya sudah mendapat laporan terkait dengan adanya peretasan data negara tersebut dari Badan Siber Sandi Negara (BSSN).

“Soal anu ya, bocornya data negara lah. Itu nanti masih akan, kita, saya pastikan bahwa itu memang terjadi. Saya sudah dapat laporannya dari BSSN , kemudian dari analisis deputi VII saya, terjadi di sini, di sini, di sini,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Meski begitu, Mahfud menyebut data negara yang bocor itu sejauh ini tidak ada dokumen yang bersifat rahasia dan sudah diketahui khalayak umum.

“Jadi belum ada yang membahayakan dari isu-isu yang muncul kan, itu yang sudah ada di koran tiap hari. Wah ini yang jadi presiden, ini nih begini, begini. Kan cuma itu aja, ndak ada rahasia negara kalau yang saya baca, dari yang beredar itu,” ucapnya.

“Sehingga itu bisa saja kebetulan sama dan kebetulan bukan rahasia juga barangkali cuma dokumen biasa, dan terbuka gitu, tetapi itu memang terjadi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan belum ada situasi yang berbahaya terkait adanya kebocoran data itu. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendalaman terkait itu.

“Oleh sebab itu nanti masih akan didalami. Pemerintah masih akan rapat tentang ini. Jadi belum ada yang membahayakan dari isu-isu yang muncul kan, itu yang sudah ada di koran tiap hari. Wah ini yang jadi presiden, ini nih begini, begini,” ungkapnya.

DPR RI Heran Kominfo 3 Kali Kebobolan Data Dalam Sebulan, Nurul Arifin Cecar Johnny G Plate

DPR RI Heran Kominfo 3 Kali Kebobolan Data Dalam Sebulan, Nurul Arifin Cecar Johnny G Plate

Dinilai Bertanggung Jawab soal Serangan Siber, Johnny G Plate Sebut Penanganan Bukan Ranah Kominfo

Mahfud MD Benarkan Ada Kebocoran Data, Minta Masyarakat Tak Panik Sebab Bukan Data Rahasia

Marak Kebocoran Data Pribadi, Menkominfo Curhat Sering Ditanya: Dijawab Salah, Tak Dijawab Salah

Menkominfo Minta Masyarakat untuk Tenang Hadapi Kebocoran Data Pribadi

Data Pribadi Johnny G Plate Bocor, Kapal Tabrakan dengan Paus, Jeje Slebew Takut Dikira Pansos

Bharada E Akui Syok lalu Mundur seusai Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Langsung Maju dan Lakukan Ini

Jadi Lokasi G20 dari Kemendikbudristek, Jumlah Kunjungan Wisatawan di Candi Borobudur Dibatasi

Rekomendasi Wisata di Blitar, Ada Blitar Park yang Memiliki Beragam Wahana dan Patung Raksasa

Rekomendasi Tempat Wisata di Jawa Timur, Ada Lontar Sewu yang Menyuguhkan Beragam Wahana Seru

Besok DPRD DKI Umumkan 3 Nama Pj Gubernur Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Kopi Nuri di Sukoharjo Tawarkan Sensasi Ngopi di Tengah Sawah, Cocok untuk Bersantai dan Diskusi