Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 4, 2023

rakyat62.idPIKIRAN RAKYAT – Kelakuan pasangan di dalam tenda pada saat malam hari membuat orang-orang di sekitarnya heboh dan berakhir viral di media sosial pada Senin, 10 Oktober 2022.

Sejoli yang datang untuk mendaki dan berkemah itu diduga berhubungan badan dalam tenda di di Curug Pangeran, Gunung Salak , Bogor, Jawa Barat.

Aksi tak senonoh pasangan tersebut pun tertangkap basah pendaki lain, karena lampu tenda yang menyala saat aktivitas malam berlangsung.

Melihat ada kejadian tak terduga di dalam tenda milik tetangganya, seorang pendaki pun akhirnya merekam kejadian tersebut.

Dalam video berdurasi 8 detik yang diunggah, terlihat sebuah tenda berwarna oranye dengan lampu menyala pada malam hari.

Tenda tersebut diisi oleh sejoli yang terlihat bergerak-gerak seperti sedang berhubungan badan.

“Astaghfirullahalazim,” ucap perekam.

“Maksud gua, maksud gua matiin dulu atuh lampunya, aduh bener-bener,” tuturnya menambahkan.

Video viral yang ramai dibicarakan tersebut diduga terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tidak berhenti sampai di situ, si perekam kemudian kembali memperlihatkan kondisi tenda pada pagi harinya, dan terlihat sejoli keluar dari tenda tersebut.

“Ini, ternyata iniii,” ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @magelang_raya, Selasa, 11 Oktober 2022.

Sementara itu, setelah videonya viral, perekam melalui akun Twitter miliknya memberikan klarfikasi.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak diam saja melihat aktivitas malam sejoli tersebut di dalam tenda.

Perekam mengaku juga melempari batu kerikil ke arah tenda pasangan tersebut, hingga akhirnya mereka berhenti.

“Gais maaf ya gua bukannya ngediemin. Kejadian sebenernya setelah gua videoin, tenda nya gua lempar kerikil itu banyak sampe akhirnya mereka udahan,” kata pemilik akun @RakaMpratama10.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, petugas call center Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Rangga mengaku belum menerima laporan terkait kejadian itu.

Dia mengaku pihaknya juga baru mengetahui kejadian tersebut, dan belum bisa memastikan kebenaran video yang beredar.

Meski begitu, Rangga mengimbau agar pengunjung tetap menaati peraturan dan menghormati norma yang berlaku.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk mencari tahu kebenaran video tersebut.***