Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

November 30, 2022

rakyat62.id – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti membela Najwa Shihab dalam cuitannya di Twitter yang diunggah pada Sabtu, 24 September 2022.

Susi Pudjiastuti menyahut cuitan Rudi Valinka yang berisi kritik untuk Najwa Shihab .

Susi menambahkan narasi pembelaannya untuk jurnalis yang biasa disapa Mbak Nana itu.

Anda itu ada apa dan kenapa? Nana adalah seorang profesional di profesinya. Seseorang disebut profesional dalam profesinya apabila dia mencintai, konsisten, passionate, memberikan dedikasi dengan semua prinsip dan integritasnya,” katanya.

Sebagai sesama wanita I stand for Najwa,” ujar Susi, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @susipudjiastuti.

Jurnalis Najwa Shihab memang sedang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, terutama warganet.

Sebelumnya, pernyataan Najwa Shihab terkait gaya hidup mewah oknum polisi juga sempat dikomentari oleh Nikita Mirzani dan Sahabat Polisi yang menyatakan tidak setuju.

Baru-baru ini, Najwa Shihab kembali mendapatkan kritikan dari Rudi Valinka lewat cuitan di akun Twitter @kurawa pada Sabtu, 24 September 2022.

Rudi Valinka mengatakan dalam cuitan kalau Najwa Shihab memiliki satu kelemahan, yaitu tidak mau mendengar.

Sudah beberapa tahun yang lalu kita nasehatin untuk mengubah cara dia menjadi pembawa acara. Sekarang narasumber penting hampir nggak ada yang mau ke acara dia lagi. Semua diambil habis sama Deddy Corbuzier,” katanya.

Dia juga mengatakan kalau Najwa Shihab sekarang berubah menjadi egoistis dan intimidatif.

Padahal, menurut Rudi Valinka , dahulu orang bangga kalau jadi narasumber Mata Najwa .

Namun, gaya interview Najwa Shihab kepada narasumber sekarang berubah menjadi menegangkan.

Semua narasumber merasa mereka seperti bertemu dengan penyidik KPK atau kepolisian. Setelah taping acara Najwa, kemungkinan mereka minum obat penurun darah tinggi sangat besar,” katanya.

Menurut Rudi, cara Najwa tersebut membuat rating acaranya turun.

Jurnalisme itu nggak harus dengan selalu Muka Tegang dan Sangat Serius. Najwa kehilangan semuanya, sekali lagi dia Batu,” ujar Rudi Valinka .

Di akhir cuitannya, Rudi Valinka juga kembali membandingkan saat salah seorang tokoh politik datang ke acara Najwa Shihab dan ke acara Deddy Corbuzier.

Unggahan Rudi Valinka tersebut banyak mendapat respon warganet. Ada warganet yang mendukung dan ikut mengkritik Najwa Shihab seperti akun @tiyooxx.

Objektif dong, Mba Nana, yang di DKI itu kayaknya aman saja,” katanya.

Akun @Rossexxx juga ikut mengkritik gaya Najwa Shihab yang sering memotong pembicaraan narasumber.

Namun, tidak sedikit yang membela dan setuju dengan gaya Najwa Shihab saat berbincang dengan narasumber di acaranya.

Seperti akun @twit_xxx yang membalas unggahan Rudi Valinka dengan membagikan cuitan seorang komedian sekaligus jurnalis, Soleh Solihun, yang dibuat pada 9 Januari 2022.

Urusan kinerja bagus mah sekarang nomor dua, karena yang nomor satunya adalah diundang dan terlihat menyenangkan di podcast-nya Deddy. hehehe,” kata Soleh Solihun dalam cuitan lamanya.

Selain itu, akun @smile_xxx juga ikut menanggapi pendapat Rudi Valinka yang membandingkan Najwa Shihab dengan Deddy Corbuzier.

Menurutnya, acara yang dibawakan Najwa Shihab tidak bisa dibandingkan dengan acara milik Deddy Corbuzier, mengingat acara Deddy jarang membahas politik dan isu krusial.

Kalau sama Rosiana Silalahi atau wartawan yang lain, mungkin oke saja. Aku bahkan nggak tahu Deddy punya latar jurnalis atau nggak,” ujarnya

Bahkan, warganet lain juga ikut bersuara membela cara pembawaan Najwa Shihab di acaranya. Akun @NHPxxx mengatakan, bahwa jurnalis yang biasa disapa Mbak Nana itu bagai mata tombak yang dihadapkan ke narasumber.

Pertanyaan yang disajikan oleh Najwa Shihab disesuaikan dengan data. Sehingga narasumber tidak bisa mengelak dan pertanyaan tersebut.

Menurut pemilik akun tersebut, pertanyaan Mbak Nana itu sudah mewakili masyarakat.

Jawaban yang ambigu akan dicecar dengan pertanyaan lain, makin dicecar agar dapat jawaban tegas dan mengerucut. Apalagi pejabat publik terkadang sengaja memberi jawaban ambigu untuk cari aman,” katanya.***