Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 3, 2022

rakyat62.id – Penjualan Toyota Sienta terus turun sejak meluncur pada 2016 silam. Padahal, saat baru hadir permintaannya cukup besar.

Mengacu pada data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), saat baru meluncur pada April 2016 penjualan Sienta cukup besar. Sepanjang 2016 Toyota berhasil distribusikan Sienta dari pabrik ke diler sebanyak 17.931 unit.

Di tahun berikutnya, penurunan Sienta mulai terjadi pada 2017 terkirim 14.968 unit.

Angka penjualan Toyota Sienta kembali menurun drastis pada 2018. Sepanjang Januari-Desember 2018, Sienta hanya sanggup mencetak angka penjualan 5.113 unit.

Distribusi Sienta dari pabrik ke diler pada 2019 dan 2020 terus menurun, penjualan berada di angka 1.030 dan 393 unit.

Di tahun 2021, distribusi Sienta dari pabrik ke diler mengalami kenaikan lantaran adanya kebijakan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah, namun tidak signifikan, yakni sebanyak 841 unit.

Sementara pada periode Januari-Agustus 2022, total pengiriman mobil yang diproduksi ke diler Toyota hanya 20 unit.

Meski mengalami tren penurunan penjualan, Toyota Astra Motor (TAM) hingga saat ini masih tetap mempertahankan Sienta untuk pasar Indonesia.

Lantas apakah Toyota Astra Motor bakal menyuntik mati Sienta dalam waktu dekat? Seperti yang dilakukan rivalnya, Honda yang menyetop produksi Honda Freed di Indonesia.

Ketika ditanya terkait hal ini, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy, enggan untuk membeberkan kelanjutan nasib Toyota Sienta di Indonesia.

Apakah akan menyuntik mati MPV pintu geser ini atau justru memboyong versi penyegaran yang belum lama ini meluncur di Jepang.

“Untuk strategi produk ke depan, saya belum bisa komentar,” ucap Anton kepada Kompas.com, Rabu (31/8/2022).

Sebagai informasi, saat ini Toyota masih menjual Sienta di Indonesia. Mobil ini ditawarkan dengan dua varian yakni V dan Q dengan pilihan transmisi CVT.

Bicara soal harga Sienta dibanderol mulai Rp 322,1 juta untuk varian terendah, hingga Rp 416,6 juta untuk tipe tertinggi (CVT Welcab).