Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 29, 2023

rakyat62.id – Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan bahwa praktik bisnis yang bersih merupakan katalisator untuk mendorong terciptanya perekonomian yang lebih baik.

“Praktik bisnis yang bersih dan birokrasi yang bersih merupakan katalisator untuk mendorong terciptanya perekonomian yang lebih baik,” kata Eddy, sapaan akrab Edward, ketika menyampaikan sambutan dalam dialog bertajuk IGCN B20 Side Event-High Level Public-Private Policy Dialogue in Promoting Transparency and Accountabilitydisiarkan di platform Zoom Meeting, dipantau dari Jakarta, Selasa.

Eddy mengungkapkan bahwa korupsi paling rawan terjadi pada fokus perizinan dan tata niaga sehingga perlu meningkatkan pengawasan pada kedua fokus tersebut.

Adapun salah satu prinsip antikorupsi yang penting untuk diterapkan adalah transparansi. Prinsip ini sangat identik dengan keterbukaan dan kejujuran.

Dengan demikian, Eddy mengingatkan pentingnya kejujuran dan keterbukaan untuk menciptakan pribadi yang berintegritas, baik bagi masing-masing individu, organisasi, secara kolektif di lingkungan pemerintah, parlemen, penegak hukum, di dunia usaha, maupun masyarakat.

Pribadi yang berintegritas, tutur Eddy, merupakan pribadi yang dapat dipercaya dan diperlukan, bahkan dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Pepatah mengatakansepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Pegawai yang tidak memiliki integritas dan tidak bersikap transparan akan memperoleh akibat dari perbuatannya,” kata Eddy.

Oleh karena itu, Eddy meminta kepada setiap pihak guna berkomitmen dalam melakukan upaya pencegahan korupsi secara konsisten, sinergi, dan berkesinambungan.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui tindak lanjut nyata, berupa tersedianya kebijakan yang antikorupsi, tata kelola yang akuntabel, transparan, tersedianya akses yang mudah, serta partisipasi publik,” ucapnya.