Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.idSmart factory di era Industri 4.0 memaksimalkan proses produksi dengan menggunakan teknologi , mulai dari penggunaan big data, visualisasi, database/cloud, dan Artificial Intelligence atau AI secara menyeluruh.

Melansir IoT insider , smart factory tak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, namun juga pada aspek di mana para pekerja pabrik terintegrasi dengan teknologi yang digunakan.

Smart factory mengutamakan konektivitas dan fleksibilitas dari pekerja dan perusahaan untuk dapat mengambil keputusan cepat dan efisien.

Menerapkan konsep smart factory menjadikan perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksi dalam menciptakan produk lebih kompetitif, hemat biaya, serta dapat menjawab kebutuhan pasar saat ini.

Penerapan smart factory membutuhkan interaksi antara manusia dan mesin yang optimal, hal ini tentunya bisa diimplementasikan dengan penggunaan mesin, software, dan kemampuan dari pekerja yang mumpuni.

Saat perusahaan menghubungkan semua aspek manufaktur melalui solusi full automation, perusahaan akan menerima informasi berbasis data yang dapat membantu mengurangi waktu proses produksi.

Setiap teknologi yang ada bertujuan untuk membantu para pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, yang hasilnya akan terjadi peningkatan profit perusahaan.

Mulai dari visualisasi data untuk tingkatkan produktivitas

Pelaku industri manufaktur dapat memulai menerapkan smart factory dengan beralih menggunakan teknologi, salah satunya untuk memaksimalkan visualisasi data .

Jika sebelumnya data-data produksi pada pabrik ditarik secara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama untuk menganalisis data produksi, namun apabila data-data produksi pada pabrik ditarik secara otomatis dengan melakukan real-time visualisasi, maka perusahaan dapat menekan kerugian dengan mengambil keputusan yang cepat berdasarkan data real-time yang dikumpulkan.

Hal ini dapat dimulai dengan membuat visualisasi (dashboard) atau menampilkan data manufaktur seperti data ketersediaan mesin, data kinerja mesin, dan data kualitas produk yang dikumpulkan secara real-time dari mesin, lini produksi, hingga keseluruhan pabrik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, industri manufaktur dapat memulainya dari pengembangan teknologi yang digunakan di dalam pabrik.

Dituntut untuk serba cepat, para pelaku industri manufaktur nyatanya tak harus berinvestasi dengan modal yang terlampau besar untuk menjawab kebutuhan visualisasi data pada mesin produksi.

Untuk itu, Mitsubishi Electric memiliki solusi untuk membuat visualisasi atau menampilkan data secara real-time yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang menerapkan smart factory.

Yang pertama adalah produk GOT2000. Secara mengesankan, GOT2000 dapat membantu menampilkan data real-time dari mesin produksi dengan teknologi canggih. Hadir sebagai produk Human-Machine Interface, Mitsubishi GOT2000 mengutamakan kinerja tinggi untuk mengoptimalkan kontrol operator dan pemantauan status mesin.

Teknologi ini dapat diandalkan untuk menjadi penghubung berbagai perangkat dari mesin yang ada di pabrik.

Melengkapi GOT2000, perusahaan bisa menggunakan software SOFTGOT yang bisa diinstal pada perangkat PC, laptop, atau komputer panel sehingga Anda dapat melakukan visualisasi data yang terhubung pada setiap lini produksi. Untuk visualisasi data pabrik secara menyeluruh, perusahaan bisa menggunakan perangkat lunak SCADA GENESIS64.

Hadir untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur di era digitalisasi dan tak hanya menawarkan produk, perusahaan bisa langsung bekerja sama dengan Mitsubishi Electric Indonesia sebagai mitra yang baik untuk dapat membantu Anda dalam memberikan solusi terbaik dari tantangan yang dihadapi seperti membuat “Smart Factory”.

Untuk informasi mengenai penerapan smart factory dengan teknologi dari Mitsubishi Electric Indonesia, langsung saja kunjungi link berikut ini .

Penulis: Muh. Fitrah Habibullah | Editor: Bardjan

Mitsubishi Raih 3.589 Unit Pesanan Mobil di GIIAS 2022, Penjualan Didominasi oleh Xpander