Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 4, 2023

rakyat62.id – Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang memakan ratusan korban jiwa nyatanya telah membuka mata dunia. Mereka kompak menyoroti hingga kemungkinan FIFA memberikan sanksi bisa dibilang besar.

Sebelum itu, Jokowi disebut sempat melakukan pembicaraan dengan Gianni melalui telepon. Keduanya membahas soal tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa.

Erick Thohir akhirnya bertemu Gianni di Doha, Qatar, pada Rabu (5/10/2022). Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan tentang insiden yang terjadi di Malang itu. Ia mengawalinya dengan menyampaikan salam serta pesan dari Presiden Jokowi kepada Gianni Infantino.

Selain tragedi Kanjuruhan, mereka juga membahas dukungan FIFA untuk perkembangan sepak bola di Indonesia. Erick mengungkapkan sepak bola menjadi olahraga yang paling populer di Indonesia. Perkembangannya pun kian meningkat, dibarengi dengan kepemilikan potensi besar.

Menurutnya lebih lanjut, dengan pertumbuhan ekonomi dan potensi pasar yang terbilang besar, serta kondisi sosial politik yang stabil FIFA bisa memberikan dukungan penuh kepada Indonesia.

Setelah pertemuan itu, Presiden FIFA menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita mendalam atas tragedi Kanjuruhan. Khususnya untuk keluarga korban yang meninggal dunia.

Upaya yang dilakukan Presiden Jokowi dan Erick Thohir memberikan hasil sesuai harapan. FIFA pada akhirnya tidak menjatuhkan sanksi bagi Indonesia (untuk PSSI).

Jokowi pada Jumat (7/10/2022) kemudian menyampaikan kepada publik bahwa terkait tragedi Kanjuruhan, sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA. Ini diketahui pemerintah melalui surat resmi yang dikirimkan pihak FIFA.

Adapun pemerintah bersama FIFA juga berencana membangun tim transformasi sepak bola Indonesia. Selama prosesnya, FIFA akan mendirikan kantor di Indonesia.

Langkah-langkah kolaborasi pemerintah dengan FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan segera direalisasikan. Mulai dari standar keamanan di seluruh stadion di Indonesia serta mengubah standar prosedur pengamanan berdasarkan standar keamanan internasional.

Selanjutnya, mereka juga akan bersosialisasi dan berdiskusi dengan klub-klub bola di Indonesia. Tak terkecuali perwakilan masing-masing kelompok suporter untuk menerima saran dan komitmen bersama.