Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.id – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima informasi yang valid mengenai kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe .

Hal ini disampaikan karena Lukas Embe mangkir sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK dengan alasan sakit.

Perkembangan kasus Lukas Enembe itu disampaikan langsung olrh Juru Bicara KPK Ali Fikri .

“Sampai dengan hari ini KPK belum mendapatkan informasi yang sahih dari pihak dokter atau pun tenaga medis yang menerangkan kondisi saudara LE ( Lukas Enembe ) dimaksud,” kata Ali Fikri dalam keterangannya pada Selasa 27 September 2022.

Kata Ali Fikri , keterangan mengenai kondisi Lukas hanya datang dari tim kuasa hukum Gubernur Papua tersebut, bukan dari pernyataan tim medis.

Dia berharap, kuasa hukum Lukas Enembe bertindak sesuai dengan perannya sebagai penasihat hukum.

” KPK berharap peran kuasa hukum seharusnya bisa menjadi perantara yang baik agar proses penanganan perkara berjalan efektif dan efisien,” kata dia menerangkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya akan mencari tau mengenai kebenaran tentang kondisi kesehatan Lukas Enembe yang sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK .

“Hari ini harusnya Pak Lukas yang diperiksa, tapi yang bersangkutan, pengacaranya, dan dokter kan sudah menyampaikan bahwa beliau itu sakit. Untuk tindak lanjut berikutnya, tentu kami ingin memastikan yang bersangkutan itu benar-benar sakit,” katanya, Senin 26 September 2022, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Berdasarkan hal tersebut, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya akan melakukukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan kembali mengenai kondisi Lukas Enembe di Jayapura, Papua.

“Tentu harus ada second opinion. Kami sudah memerintahkan agar berkooridnasi dengan IDI untuk memeriksa Pak Lukas, mungkin di Jayapura apakah benar yang bersangkutan sakit, dan apakah sakitnya itu sedemikian parahnya sehingga harus berobat ke luar negeri,” katanya menegaskan. (Ratna Woro Susanti)***