Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 29, 2023

rakyat62.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat menyiapkan sebanyak 150 kader malaria yang akan disebar ke 76 kampung (desa) dan satu kelurahan di daerah itu untuk memberantas penyakit malaria.

Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy di Isei, Ahad (9/10) mengatakan penempatan kader malaria terutama difokuskan di daerah terpencil dan terjauh yang sulit dijangkau petugas kesehatan.

Melalui strategis itu, kata dia, diharapkan kasus malaria di Teluk Wondama bisa turun bahkan bisa dieliminasi.

“Saat ini telah dilatih kader malaria sebanyak 150 orang pada 75 kampung dan kelurahan Wasior yang dilengkapi peralatan dan terlatih,” kataAndi, sapaan akrabnya.

Menurut dia, sejak akhir 2021 telah dilakukan upaya penanggulangan malaria secara terpadu lintas sektor melalui pembentukan wadah “Teluk Wondama Malaria Center”.

Upaya pemberantasan malaria di Wondama, katanya. juga mendapatkan dukungan dari UNICEF melalui Yayasan Trapesia dan lembaga donor lainnya yang terus berjalan hingga 2025.

“Diharapkan dukungan ini dapat terus berjalan untuk mendukung upaya pemberantasan malaria di Kabupaten Teluk Wondama,” kata Andarias Kayukatuy.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Teluk Wondama mengingatkan pemkab setempat bahwa angka keterjangkitan malaria di daerah itu masih cukup tinggi.

Para wakil rakyat setempat mendorong Dinkes Teluk Wondama terus menggiatkan upaya pengentasan malaria melalui pencegahan dan pengobatan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua Barat Edi Sunandar beberapa waktu lalu menyebut terdapat empat daerah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Papua Barat yakni Kabupaten Manokwari, Teluk Wondama, Manokwari Selatan dan Tambrauw.

Sesuai laporan dari Dinkes di empat kabupaten itu, kasus malaria di Manokwari mencapai 4.845 kasus, Teluk Wondama 1.529 kasus, Manokwari Selatan 1.476 kasus dan Tambrauw 519 kasus.