Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.idJakarta, CNBC Indonesia – Miliuner terkaya asal India, Gautam Adani, berhasil menjadi orang Asia pertama yang berada di jajaran tiga besar orang terkaya dunia. Ia berada persis di belakang bos Tesla, Elon Musk, dan pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Dalam Bloomberg Billionaires Index terbaru, ia tercatat memiliki kekayaan US$ 137,4 miliar atau setara Rp 2.042 triliun. Ini juga melampaui CEO LVMH Bernard Arnault yang sebelumnya diposisi tiga.

Bagaimana sosoknya?

Adani sendiri memiliki kisah hidup yang tak ulus. Ia bahkan sempat dikeluarkan (drop out) dari kuliah, di tahun kedua, saat mengemban pendidikan di Universitas Gujarat.

Ini kemudian membuatnya menjadi penjual berlian. Setelahnya, di 1998, ia kemudian mendirikan Adani Group, yang memiliki banyak perusahaan di banyak sektor, termasuk pelabuhan, batu bara dan energi.

Setelah 20 tahun, Adani akhirnya mencapai kesuksesan. Tepatnya di 2008, ia menjadi miliuner dengan kekayaan US$ 9,3 miliar hingga mengalahkan total kekayaan Bill Gates di Juli lalu.

Saat ini Adani Group memiliki enam perusahaan yang terdaftar di India. Bahkan, salah satu anak usahanya juga mengakuisisi 74% saham di Bandara Internasional Mumbai yang notabenenya merupakan bandara tersibuk kedua di Negeri Hindustan itu.

Adani juga mengelola pembangkit listrik di negara itu, termasuk tenaga surya. Ia disebut kenal dekat dengan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi yang juga pernah menjadi kepala menteri negara bagian Gujarat.

Meski sudah tajir melintir, ini tak membuat Adani lupa akan kehidupan sosial masyarakat. Akhir Juni lalu, Adani berjanji akan memberikan dana sebesar 600 miliar rupee atau setara Rp 114 triliun untuk membantu peningkatan kesejahteraan sosial.

Adani mengatakan bahwa dana itu sendiri akan dikelola oleh yayasannya, Adani Foundation. Nantinya, dana ini difokuskan khususnya pada peningkatan perawatan kesehatan, pendidikan dan pengembangan keterampilan.

“Ini adalah salah satu transfer terbesar yang dilakukan ke sebuah yayasan dalam sejarah perusahaan India,” ujar taipan bisnis itu.