Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 29, 2023

rakyat62.id – Presidensi Group of Twenty (G20) Indonesia 2022 kembali menggelar pertemuan ketiga Sherpa G20 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (27/9/2022) hingga Kamis (29/9/2022).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) berharap, pertemuan Sherpa G20 bisa menghasilkan diskusi dan pembahasan produktif untuk merumuskan draf Leaders’ Declaration yang akan dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 di Bali.

Untuk mewujudkan hasil yang sesuai, Kemenko Perekonomian menilai, diperlukan dukungan dan kesepakatan semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Seperti diketahui, pertemuan Sherpa G20 diadakan saat dunia masih dalam suasana geopolitik yang dibayangi dengan ketidakpastian.

Ketidakpastian itu memunculkan banyak dinamika politik yang kemungkinan memengaruhi jalannya berbagai pembahasan dalam pertemuan Sherpa.

Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sekaligus Co-Sherpa G20 Indonesia Edi Prio Pambudi mengatakan bahwa pertemuan itu diadakan untuk mencapai tujuan bersama, bukan perorangan atau negara tertentu.

“Saya ingin mengungkapkan penghargaan yang tulus kepada semua Sherpa yang hadir hari ini, Selasa (27/9/2022), untuk menghasilkan outcome document yang lebih konkret,” tuturnya seperti yang dimuat dalam laman ekon.go.id, Selasa.

Apresiasi tersebut, kaya Edi, utamanya diberikan kepada delegasi di berbagai tingkatan, mulai dari Working Groups, Engagement Groups, hingga Pertemuan Tingkat Menteri.

Edi meyakini bahwa pembahasan dan diskusi yang akan datang cukup menantang.

Meski demikian, ia mengaku tidak merasa khawatir, karena terdapat kemajuan signifikan dari para anggota untuk melangkah lebih jauh menuju KTT G20 pada November 2022.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sekarang adalah momen yang sangat krusial dalam Presidensi G20 2022.

“Khususnya dalam masa pembahasan draf Leaders’ Declaration, karena itu esensi dan efisiensi adalah kuncinya,” imbuh Edi.

Dilihat dari perspektif ekonomi, lanjut dia, ketika terjadi krisis dan ada kelemahan dalam sistem yang ada, semua anggota didorong harus mencoba dan memperbaikinya.

Selain itu, lanjut dia, melalui deklarasi dari para pemimpin pertemuan tersebut, Edi ingin agar semua pihak bisa memberikan bantuan kepada pihak yang paling rentan dan membutuhkan.

“Kami dapat lebih jauh menunjukkan kontribusi nyata G20 terhadap pemulihan ekonomi melalui hasil nyata, terutama untuk negara-negara berkembang,” ucap Edi.

Ajak semua pihak kolaborasi

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk Penguatan Program-program Prioritas sekaligus Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani berharap semua pihak berpartisipasi dan berkolaborasi untuk kelancaran agenda KTT nanti.

“Saat ini kita bekerja sama dalam situasi yang saling menguntungkan dan kolaborasi yang lebih kuat untuk menyukseskan komitmen mengatasi tantangan global bersama-sama,” katanya.

Sebagai informasi, pertemuan G20 yang diselenggarakan secara hybrid di Hotel Marriot Yogyakarta itu dihadiri oleh 107 delegasi secara fisik dan 13 lainnya secara virtual.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Perekonomian) Susiwijono Moegiarso dan para chair Working Groups di bawah koordinasi Sherpa G20.

Semuanya hadir untuk memberikan kontribusi dalam penyusunan awal draf Leaders’ Declaration.

Selaku Ketua Sekretariat Gabungan Sherpa Track dan Finance Track, Sesmenko Perekonomian Susiwijono bertanggung jawab atas kebutuhan dan dukungan penyelenggaraan pertemuan Sherpa G20.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY sebagai tuan rumah acara juga memberikan dukungan penuh demi menyukseskan pertemuan ketiga Sherpa G20.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X bahkan secara khusus menyambut hangat para delegasi Sherpa G20 di Keraton Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, ia secara langsung menyampaikan dukungannya untuk kelancaran pelaksanaan Sherpa agar draf Leaders’ Declaration bisa segera diselesaikan.