Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 1, 2022

rakyat62.id – Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar, mengatakan bahwa kliennya belum mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC) sekaligus memohon perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Erman menjelaskan, kini Bripka RR sudah memberikan keterangan yang berbeda dengan skenario pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang dirancang oleh Irjen Ferdy Sambo.

“Berbalik arah dari BAP (berita acara pemeriksaan) skenario yang pernah di-BAP Polres Jakarta Selatan (skenario Ferdy Sambo). Sekarang RR belum mengajukan perlindungan ke LPSK,” ujar Erman saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Erman menyebutkan, Bripka RR sudah berani mengungkapkan fakta yang sebenarnya saat diperiksa.

Bripka RR disebut Erman sudah tidak lagi mengikuti skenario yang disusun Sambo, yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Dan saat ini RR belum menemukan tekanan atau intervensi dalam memberikan keterangan di BAP,” sebut Erman.

Akan tetapi, kata Erman, jika nantinya Bripka RR mendapat tekanan atau intervensi, pihaknya akan mempertimbangkan mengajukan perlindungan LPSK.

“Jika dalam perkembangannya ada tekanan atau intervensi terhadap RR, barulah RR mengajukan JC dan mohon perlindungan kepada LPSK,” kata Erman.

Sebelumnya, Erman mengungkapkan bahwa Bripka RR tidak mengetahui soal pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di Magelang, Jawa Tengah.

Adapun pihak keluarga Ferdy Sambo menyatakan bahwa Putri dilecehkan oleh Brigadir J. Hal ini diduga menjadi cikal bakal pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo.

“Kan di Saguling itu dipanggil. Dipanggil, dia tanya, ‘Ada kejadian apa, ada kejadian apa di Magelang? Kamu tahu enggak?’. ‘Enggak tahu’. ‘Ini Ibu dilecehkan, pelecehan terhadap ibu.’ Dan itu sambil nangis dan emosi. ‘Saya enggak tahu, Pak’,” kata Erman di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Menurut Erman, di ruangan itu juga ada Putri. Istri Ferdy Sambo itu juga mengatakan bahwa Yosua melakukan pelecehan terhadap dirinya.

Kemudian, saat itu Ferdy Sambo menanyakan langsung kepada Bripka Ricky soal kesanggupannya menembak Brigadir J.

“Baru dilanjutin, ‘Kamu berani nembak? Nembak Yosua?’ Dia bilang. ‘Saya enggak berani Pak, saya enggak kuat mental saya, Pak, enggak berani, Pak’. ‘Ya sudah kalau begitu kamu panggil Richard’,” ujar Erman menirukan percakapan Bripka Ricky dengan Ferdy Sambo.

Lebih lanjut, Erman juga sempat menanyakan perasaan Bripka Ricky setelah kejadian tersebut.

Ia menyebutkan, kliennya memang sempat melihat Ferdy Sambo terguncang dan menangis. Kendati demikian, Bripka Ricky tidak tahu alasannya.

“’Saya melihat bapak memang guncang. Saya melihat bapak menangis. Enggak biasa begitu kan. Tapi saya enggak tahu kejadian di sana, padahal saya ada di sana’,” kata Erman menirukan omongan kliennya.

Erman menuturkan, Ricky hanya mengetahui Kuat Ma’ruf bertengkar dengan Yosua. Namun, Ricky sama sekali tak tahu apakah pertengkaran itu terkait dengan peristiwa di Magelang.