Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 30, 2023

rakyat62.id – Pemerintah Indonesia menyatakan sangat terpukul dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan , Kabupaten Malang, Jawa Timur hingga mengakibatkan ratusan jiwa melayang.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan tragedi kemanusiaan yang terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga terbesar dalam sejarah kerusuhan sepak bola di dunia yang menimbulkan korban jiwa.

“Sampai saat ini yang telah diketahui korbannya 125 orang, kalau tidak bertambah ini menjadi negara ketiga terbesar yang dunia pesepakbolaannya memakan korban,” kata Mahfud MD dalam keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Merespons tragedi kelam di Kanjuruhan , atas perintah Presiden Jokowi, Mahfud MD mengatakan akan membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF).

Tim ini akan dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang anggotanya terdiri dari pejabat dan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga, pengamat, akademisi, serta media massa.

Menurut dia, pengumuman keanggotaan tim gabungan ini akan diumumkan paling lambat dalam 24 jam ke depan.

“Nanti akan diumumkan secepatnya itu tugasnya akan diupayakan selesai dalam dua atau tiga minggu ke depan,” ujarnya.

Selain membentuk tim pencari fakta independen, Mahfud MD juga menginstruksikan kepada Polri agar segera mengungkap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana kerusuhan di Kanjuruhan dalam beberapa hari ke depan.

“Segera diumumkan siapa pelaku pidana yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak, dan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat.” katanya.

Lebih lanjut, Mahfud MD memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada seluruh korban kerusuhan di Kanjuruhan .

“Akan dilakukan dalam satu atau satu dua hari ke depan tentang bentuk dan segala macam jenisnya,” tuturnya.

Sementara bagi korban luka, Mahfud MD telah memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik.

“Jangan dulu mempersoalkan biaya, biar negara yang mengurus segala biaya perawatan bagi yang sakit dan dirawat supaya dilakukan dengan baik, termasuk diberikan trauma healing,” ujarnya.