Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 30, 2023

rakyat62.id – Pasalnya, beberapa poster para pejabat publik itu dinilai nirempati dan sontak menyulut emosi dari warganet yang akhirnya mengumpulkan deretan poster tersebut.

Adapun salah seorang warganet dengan akun Twitter @adriansyah*** mengunggah sebuah kompilasi poster duka cita dari para pejabat publik yang tak menunjukkan sisi empati mereka terhadap Insiden Kanjuruhan. Pasalnya, poster tersebut menampilkan wajah dari sang tokoh, sehingga dinilai tak sensitif terhadap tragedi yang terjadi.

“Mulai kan pejabat pejabat nirempati ini menampangkan mukanya di saat tragedi seperti ini,” tulis akun @adriansyah*** sembari melampirkan gambar poster deretan para pejabat.

Lantas, siapa saja para tokoh pejabat yang turut masuk ke daftar deretan poster yang dituding nirempati tersebut?

Ahmad Sahroni

Dilihat Suara.com di akun Twitter resmi NasDem, tampak unggahan gambar ungkapan dukacita atas tragedi kemanusiaan yang terjadi diikuti dengan desakan agar pihak-pihak bertanggung jawab segera dicopot.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, kakak @ahmadsahroni88 meminta untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia. Siapapun yang bertindak di lapangan harus segera diperiksa, harus segera dicopot!” cuit @NasDem, dikutip pada Minggu (2/10/2022).

Sementara unggahan gambarnya memperlihatkan suasana rusuh di Stadion Kanjuruhan dengan tambahan foto Ahmad Sahroni serta pernyataan resminya.

Namun ungkapan duka ini rupanya malah membuat Ahmad Sahroni panen kritik dari warganet. Banyak warganet yang mengecam penggunaan foto berukuran raksasa dari sang politikus, bahkan sampai menutupi foto kerusuhan yang terjadi.

Kurang gede tu bang fotonya, ini saya bantu biar lebih gede,” kritik warganet.

Muka segede gaban gitu buat apaaaaaaaaaaaaaa,” kecam warganet.

Salah satu poster yang turut hadir dalam kompilasi tersebut datang dari sosok kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Benny Rhamadani. Dalam poster tersebut tampak keseluruhan foto menggunakan filter hitam-putih terkecuali masker merah-putih yang dikenakan oleh Benny.

Benny juga tampak meletakkan tangannya di dada sebagai wujud simbol duka cita yang mendalam.

Sosok Ketua Fraksi Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab dipanggil Ibas juga turut mengirimkan ucapan duka cita melalui unggahan poster.

Putra presiden SBY tersebut juga tampak berpose berdoa terhadap korban jiwa yang terdampak akibat kerusuhan Kanjuruhan itu.

Tak hanya ucapan duka cita, Ibas juga menyematkan sebuah paragraf kalimat yang menyerukan agar evaluasi terkait ajang sepak bola kedepannya diperbaiki agar tidak terjadi tragedi serupa.

Senada dengan Ibas, sosok tokoh muda PKB Rivqy Abdul Halim juga berpose berdoa dalam poster ucapan duka citanya terhadap korban insiden Kanjuruhan.

Ia juga menyematkan kalimat doa kepada para korban jiwa dan kepada para keluarga agar diberikan kesabaran dalam menghadapi insiden tersebut.

Akun DPD Partai Golkar Kabupaten juga turut menggunakan wajah sang ketua umum, Airlangga Hartarto dalam poster ucapan duka cita Insiden Kanjuruhan.

Sayangnya, poster tersebut menuai kecaman lantaran pose Airlangga yang tersenyum bahagia dinilai warganet tak tepat untuk sebuah ucapan duka cita. Tak hanya itu, akun tersebut juga menyematkan foto Airlangga yang berpose mengepalkan tangan bak mengucapkan sepatah kata semangat.

“Kok Pak Airlangga keliatan gembira?,” ucap seorang warganet di kolom komentar.

“Berduka tapi mengepal tangan. Mau heran tapi ini indonesia,” timpal lainnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, H Imron juga turut melayangkan duka cita terhadap insiden yang terjadi di daerah pimpinan partainya itu.

Tak hanya soal penyematan wajah H Imron, warganet juga menyoroti kesalahan penulisan tanggal Insiden Kanjuruhan. Dalam poster tersebut tertulis insiden tertanggal 1 Oktober 2020.

“2020 dong,” sindir warganet.

Warganet lain turut menyindir kesalahan dalam poster tersebut akibat desainer grafis yang mengerjakan poster harus menyelesaikan tugasnya di bawah tekanan tenggat waktu.

“udah dikejar deadline sama bos,” sahut lainnya.