Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 1, 2022

rakyat62.id – Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial sebagai pengalihan subsidi BBM kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam cuitan akun Twitter miliknya pada Senin, 29 Agustus 2022 sore WIB.

Pria yang biasa disapa Jokowi itu menyampaikan bahwa total bantuan sosial tersebut sebanyak Rp24,17 triliun. Dana Bantuan Sosial Tunai BBM (BLT BBM ) tersebut akan dibagi ke dalam tiga alokasi.

Sebanyak Rp12,4 triliun akan disalurkan dalam bentuk bantuan sosial dengan besaran Rp150.000 yang dibayarkan empat kali kepada 20,63 juta keluarga penerima manfaat.

Kemudian, Rp9,6 triliun akan disalurkan kepada 16 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan. Masing-masing sebesar Rp600.000.

Sementara sisanya sebesar Rp2,17 triliun akan dialokasikan untuk membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, sampai nelayan.

Jokowi berharap agar beban yang ditanggung oleh masyarakat tidak terlalu berat saat terjadi beberapa kenaikan di beberapa sektor dengan adanya bantuan sosial tersebut.

“Saya berharap agar bantuan sosial ini dapat meringankan beban masyarakat yang dihadapkan pada tekanan berbagai kenaikan harga,” katanya.

Unggahan Presiden Jokowi tersebut mendapatkan banyak respons dari warganet. Salah satunya adalah akun @LediLurnia***.

“Semoga rakyat Indonesia mengerti dan memahami jika harga BBM saat ini telah disubsidi banyak oleh pemerintah,” katanya.

Ada juga warganet yang menanyakan perihal data penerima bantuan yang menjadi target bantuan sosial yang disampaikan Jokowi tersebut.

“Data penerima bantuannya diperoleh dari mana, Pak @jokowi? Kalau dari petugas kecamatan atau kelurahan, sama aja bohong, Pak. Karena yang dapat bantuan saudara-saudara dekat mereka,” kata akun @erwinsa_poe***.

Selain itu, warganet lain juga memberikan kritik bahwa banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran saat pembagiannya di lapangan.

Tidak sedikit juga yang mengeluh karena belum pernah sama sekali mendapat bantuan sosial , padahal gaji yang diterima tiap bulannya tidak lebih dari Rp2,5 juta.***