Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.id – Provinsi Jambi mendapatkan tambahan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diperkirakan hingga November mendatang.

“Dengan adanya tambahan bantuan helikopter water bombing dari BNPB, saat ini ada enam helikopter terdiri atas dua helikopter patroli dan empat helikopter pemadam,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Andre Eko Rinjani, di Jambi Senin.

Dia mengatakan saat ini jumlah helikopter bantuan BNPB untuk Jambi sudah enam helikopter, setelah Jambi mengirimkan surat permohonan bantuan operasi udara melalui surat Gubernur ke BNPB. “Alhamdulillah kita dapatkan dua unit helikopter patroli dan empat helikopter water bombing,” ujarnya.

Ia mengatakan tambahan dua helikopter ini sangat membantu tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dalam rangka patroli dan melakukan pemadaman kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Status siaga karhutla untuk Provinsi Jambi masih berlaku hingga akhir November 2022, meski beberapa daerah kemungkinan terjadi hujan, baik intensitas sedang maupun lebat.

Untuk itu, Satgas Karhutla Jambi mengimbau kepada semua pihak agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama bagi yang beraktivitas di sekitar lahan gambut, tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, patut diwaspadai untuk lahan gambut, jika tidak ada hujan selama tiga hari lebih, lahan gambut akan kering, sehingga mudah terbakar.

“Oleh karena itu, yang beraktivitas di sekitar lahan gambut kami imbau tidak membuang puntung rokok sembarangan,” kata Andre.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Karhutla Provinsi Jambi, hingga 26 September 2022, tercatat luas lahan yang terjadi karhutla di provinsiitu mencapai 138,95 hektare, dengan rincian di Kabupaten Batang Hari mencapai 75,80 hektare, Tebo 4,5 hektare, Sarolangun mencapai 39,7 hektare, Merangin 5,55 hektare, Tanjungjabung Timur 3,2 hektare, Kerinci 3,7 hektare, dan Sungai Penuh 3,50 hektare.