Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 29, 2023

rakyat62.id – Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menyeret beberapa anggota Polri.

Mereka ada yang melihat langsung peristiwa pembunuhan, ada juga yang terlibat merusak CCTV maupun menghalangi penyidikan.

Salah satu anggota Polri, Ipda Arsyad Daiva Gunawan (Ipda ADG) sudah menjalani sidang etik yang berlangsung selama dua hari karena tertunda akibat kehadiran saksi persidangan.

Sidang etik Ipda Arsyad Daiva Gunawan berlangsung pada Kamis, 15 September 2022 dan Senin, 26 September 2022.

“Sidang KKEP dengan terduga pelanggar Ipda ADG telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 September 2022 pada pukul 13.00 sampai dengan pukul 21.20 WIB, kurang lebih berlangsung selama delapan jam,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News 27 September 2022.

“Dan dilanjutkan kembali pada hari Senin tangga 26 September 2022 sejak pukul 11.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB, kurang lebih berlangsung selama 10 jam di ruang sidang DivPropam Polri Gedung TNCC Lantai 1 Mabes Polri,” tuturnya lagi.

Ipda ADG dijatuhi sanksi demosi selama tiga tahun oleh Komisi Kode Etik Polri ( KKEP ).

“Sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama tiga tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri,” kata Nurul.

Selain itu, Ipda ADG juga mendapat sanksi perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.

“Selanjutnya kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan,” ujarnya.

“Dan kewajiban untuk meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan,” lanjutnya.

Pada kasus pembunuhan Brigadir J, 35 anggota Polri diduga melakukan pelanggaran kode etik . Sebanyak 16 orang telah menjalani sidang etik, 15 lainnya telah diputuskan bersalah dan sudah dijatuhi sanksi yang beragam.

19 orang anggota Polri masih menunggu giliran sidang . Tiga diantaranya adalah tersangka obstruction of justice yaitu Brigjen Pol. Hendra Kurniawan, AKBP Arif Rahman Arifin, dan AKP Irfan Widyanto.

Sidang etik Brigjen Pol. Hendra Kurniawan rencananya akan digelar pada pekan ini.**