Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 4, 2023

rakyat62.id – Sejumlah badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR hingga Vivo Energy Indonesia telah menurunkan harga BBM di seluruh SPBU per 1 Oktober 2022. Hal ini menyusul turunnya harga minyak mentah dunia pada level US$ 80 per barel.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, untuk BBM Shell dengan produk varian Shell Super (RON 92) mengalami penurunan harga dari Rp 15.420 per liter menjadi Rp 14.150 per liter. Kemudian Shell V-Power (RON 95) dari yang sebelumnya Rp 16.130 per liter menjadi Rp 14.840 per liter.

Begitu juga dengan dengan Shell V-power Nitro+ (RON 98) dari yang sebelumnya Rp 16.150 per liter menjadi Rp 15.230. Namun untuk Shell V-Power Diesel (CN 51) mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 18.450 per liter dari yang sebelumnya Rp 18.310 per liter.

Selanjutnya, SPBU Vivo juga menurunkan produk BBM nya. Adapun untuk varian Revvo 92 mengalami penurunan dari yang sebelumnya Rp 15.400 per liter menjadi Rp 14.140 per liter. Begitu juga dengan Revvo 95 mengalami penurunan dari yang sebelumnya Rp 16.100 per liter menjadi Rp 14.830 per liter.

Meski demikian, untuk SPBU Vivo dengan varian Revvo 89 tidak mengalami perubahan harga, yakni Rp 11.600 per liter.

Selain Shell dan Vivo, SPBU BP-AKR juga menurunkan produk BBM nya. Adapun untuk BBM jenis BP 90 mengalami penurunan dari yang sebelumnya Rp 14.890 per liter menjadi Rp 14.050 per liter. BP 92 dari yang sebelumnya Rp 14.990 per liter menjadi Rp 14.150 per liter.

Begitu juga dengan BP 95 yang mengalami penurunan dari Rp 16.130 per liter menjadi Rp 14.840 per liter. Sementara BP Diesel tidak mengalami perubahan harga, dan tetap Rp 17.990 per liter.

Seperti diketahui, Pertamina baru saja mengumumkan penyesuaian harga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Penyesuaian tersebut berlaku efektif pada Sabtu (1/10/2022)

Adapun dalam pengumuman resminya, Pertamina menurunkan dua jenis produk BBM non subsidi yakni bensin Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98). Namun di sisi lain juga menaikkan harga dua jenis Solar non subsidi yakni Dexlite dan Pertamina Dex.

Misalnya saja harga BBM Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta turun sebesar Rp 600 per liter dari yang sebelumnya Rp 14.500 per liter menjadi Rp 13.900 per liter. Begitu juga dengan harga Pertamax Turbo turun dari yang sebelumnya Rp 15.900 per liter menjadi Rp 14.950 per liter.

Sementara itu, harga Dexlite naik dari yang awalnya Rp 17.100 per liter menjadi Rp 17.800 per liter. Berikutnya Pertamina Dex dari sebelumnya Rp 17.400 per liter menjadi Rp 18.100 per liter.

Manajemen menyebut penyesuaian harga BBM Umum ini dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.