Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.id – Pemerintah bakal membentuk tim khusus (timsus) “Emergency Response Team” menyusul serangkaian aksi peretasan yang dilakukan hacker Bjorka .

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian di Istana Negara, Senin, 12 September 2022.

Johnny G Plate mengatakan nantinya timsus tersebut beranggotakan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kominfo, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Johnny menjelaskan pembentukan timsus tersebut bertujuan untuk menjaga tata kelola data yang baik di Indonesia sekaligus juga untuk menjaga kepercayaan publik.

“Tim lintas kementerian lembaga dan BSSN, Kominfo, Polri dan BIN berkoordinasi untuk menelaah secara dalam,” katanya.

Dia membeberkan agenda yang dibicarakan pada ratas hari ini, yakni terkait peretasan sejumlah data yang diklaim sukses dilakukan hacker Bjorka .

Johnny mengatakan data-data yang beredar di linimasa adalah benar tetapi bukan bersifat rahasia melainkan data yang sifatnya umum.

“Di rapat dibicarakan bahwa memang ada data-data yang beredar salah satunya oleh Bjorka , tapi data-data tersebut setelah ditelaah sementara adalah data-data yang bersifat umum,” ujarnya.

“Bukan data-data spesifik dan bukan data-data ter-update,” lanjutnya dikutip dari Antara, Senin, 12 September 2022.

Di samping itu, Johnny menyinggung soal RUU Perlindungan Data Pribadi (RPD) yang sudah disetuji pada rapat tingkat 1 panja Komisi 1 DPR. Saat ini pihaknya menunggu rapat tingkat 2 saat rapat paripurna bersama DPR.

“Mudah-mudahan nanti dengan disahkan RUU PDP jadi UU PDP ada payung hukum yang lebih baik untuk menjaga data,” katanya.

Terakhir, Johnny berharap agar publik membangun kekuatan nasional dan bergotong royong menghadapi serangan cyber yang dilakukan peretas, karena hal tersebut merupakan bentuk kriminal digital.

“Bahaya dalam ruang digital tersebut adalah bentuknya tindakan kriminal digital. Ini harus kita jaga bersama-sama, bangun kerja bersama,” kata Johnny memungkasi.

Belakangan ini, peretas atau hacker dengan nama Bjorka menjadi sorotan warganet Indonesia karena aksinya membobol data dan dokumen dan menyebarkannya di ruang digital.***