Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan Gerakan Badung Sehat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Garbasari) berhasil membawa Kabupaten Badung, Bali menjadi daerah percontohan dalam program percepatan penurunan angka prevalensi stunting.

“Kami senang karena di Badung ini angka kekerdilan pada anak (stunting) terendah di Indonesia. Angkanya delapan persen dan jauh dari rata-rata nasional. Betul-betul best practice(praktik baik) yang ada di Badung dan Bali ini sangat luar biasa”, kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut angka prevalensi stunting di Kabupaten Badung telah mencapai delapan persen, sedangkan angka stunting rata-rata secara nasional saatini berada pada 24,4 persen.

Capaian Kabupaten Badung itu, katanya, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 terkait percepatan penurunan stunting, yakni 14 persen.

BKKBN mengapresiasi seluruh pihak yang terkait dalam gerakansehingga kekerdilan anak di kabupaten tersebut dapat dicegah.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Gubernur beserta jajarannya yang sudah membuat Bali contoh secara nasional”, ucapnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyebutkan Garbasari dibentuk untuk mengatasi permasalahan stunting di wilayah itudengan bantuan dari sejumlah pihak terkait.

Garbasari merupakan suatu gerakan sinergis dan berkelanjutan yang melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang implementasinya menggunakan pendekatan budaya lokal.

Garbasari juga dibentuk sesuai dengan arahan dari BKKBN, yakni dengan fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi masa krusial seorang anak.

Giri berharap,Garbasari dapat menjadi program berkelanjutan yang dapat membantu Bali ataupun skala nasional mencapai target yang telah ditetapkan, serta mampu mendukung terciptanya Indonesia Emas tahun 2045.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi program percepatan penurunan stunting yang berkelanjutan dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045,” ucap dia.