Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.id – Pengacara keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis mengatakan, pelukan hingga kecupan yang terjadi antara Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi di tengah rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hanya spontanitas.

Adapun momen pelukan erat Sambo untuk Putri itu terjadi di sela-sela rekonstruksi di rumah pribadinya, Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

“Itu spontanitas,” ujar Arman saat dimintai konfirmasi, Rabu (31/8/2022).

Arman menepis anggapan bahwa kemesraan Sambo dan Putri di sela-sela rekonstruksi hanya gimmick.

Menurut dia, keduanya sedang saling menguatkan karena mereka saling menyayangi.

“Orang bisa berkomentar apa saja, tapi menurut kami itu spontanitas dan saling menguatkan dan saling sayang,” tutur dia.

Arman turut menepis isu perselingkuhan dalam kasus yang menewaskan Brigadir J itu.

Dia menekankan, hingga saat ini tidak ada isu perselingkuhan yang terbukti.

“Sampai saat ini tidak bisa dibuktikan,” kata Arman.

Momen pelukan erat ini terjadi saat rekonstruksi tengah menggambarkan adegan di ruangan Sambo di lantai 3 rumah pribadinya di Jalan Saguling.

Dilihat dari tayangan Kompas TV, dalam ruangan itu Sambo duduk di sofa berdampingan dengan Putri.

Namun, tak diketahui dengan pasti apakah Putri menangis atau tidak.

Sambo yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan tangan diborgol itu lantas memeluk Putri. Dia juga mencium kepala istrinya.

Putri pun menyambut pelukan Sambo. Selama beberapa detik, dia membenamkan wajah di pelukan suaminya.

Setelah itu, tampak Sambo mengeluarkan alat komunikasi handy talkie (HT).

Diduga, dia memanggil tiga anak buahnya yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Richard Eliezer atau Bharada E, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf.

Selain Sambo dan Putri, ketiga anak buah Sambo itu juga hadir dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J.

Sama seperti Sambo, ketiga tersangka juga memakai baju tahanan berwarna oranye.