Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 29, 2022

rakyat62.id – Sistem persenjataan Rusia diyakini mampu mengakhiri kerajaan Inggris dalam sekejap.

Seorang politisi dan jenderal Rusia, Andrey Gurulev, mendorong rezim Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meluncurkan serangan rudal ke Kepulauan Inggris ketika berbicara di televisi pemerintah Rusia, dengan mengatakan bahwa serangan semacam itu akan menjadi akhir dari Kerajaan Inggris.

Sebuah video dan terjemahan bahasa Inggris dari komentar Gurulev itu dikutip dalam laporan media Inggris, Mirror, Selasa (30/8/2022).

Gurulev mengatakan bahwa serangan terhadap Kepulauan Inggris, sebuah istilah yang mengacu pada Inggris Raya, Irlandia, dan banyak pulau kecil, dapat membantu Rusia mengubah hasil dari konflik di Ukraina. Dia juga mengatakan Rusia sejatinya sedang memerangi Inggris dan AS di Ukraina.

“Mari kita membuatnya sangat sederhana. Dua kapal, 50 peluncuran [rudal] Zircon, dan tidak ada satu pun pembangkit listrik yang tersisa di Inggris,” katanya.

“Lima puluh Zircon lagi, dan seluruh infrastruktur pelabuhan hilang. Satu lagi, dan kita melupakan Kepulauan Inggris. Sebuah negara Dunia Ketiga, hancur dan berantakan karena Skotlandia dan Wales akan pergi. Ini akan menjadi akhir dari Kerajaan Inggris dan mereka takut akan hal itu,” imbuhnya.

Saran Gurulev tentang serangan ke Kepulauan Inggris untuk mengubah hasil perang yang sedang berlangsung datang ketika Ukraina memulai serangan balasan di wilayah Kherson yang diduduki Rusia. Adapun, para pejabat Rusia terus menekankan bahwa operasi militernya di Ukraina akan berhasil. Di sisi lain, beberapa pejabat militer AS mengatakan bahwa ini tidak benar.

James Stavridis, pensiunan laksamana AS, mengatakan bahwa serangan Rusia telah “berhenti”, sementara Ukraina bersiap untuk operasi balasannya sendiri.

Pensiunan Jenderal AS Barry McCaffrey juga mengatakan pekan lalu bahwa Putin “kehabisan ide” dalam perang dan militernya “secara operasional dalam kotak”. Dia meramalkan bahwa segalanya akan menjadi lebih buruk dengan cepat bagi pemimpin lama Rusia itu.