Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 1, 2022

rakyat62.idDalam podcast YouTube Deddy Corbuzier yang tayang pada Selasa, 30 Agustus 2022, wakil ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni blak-blakan membahas kasus Ferdy Sambo .

Di acara tersebut, Deddy Corbuzier melontarkan beberapa pertanyaan kepada Ahmad Sahroni .

Mulai dari masalah yang sensitif yakni isu LGBT hingga masalah para polisi yang menjadi tersangka pada kasus Ferdy Sambo .

Saat ditanya oleh Deddy Corbuzier mengenai pengakuan Ferdy Sambo , atas penembakan yang dilakukan kepada Brigadir J , Ahmad Sahroni menerangkan bahwa Ferdy Sambo benar melakukan penembakan terhadap Brigadir J .

“Pada saat perkara menceritakan dia ( Ferdy Sambo ) yang menembak duluan, lalu dia menyuruh ke ajudannya,” ucap Ahmad Sahroni , seperti dikutip Pikiran-rakyat.com di podcast YouTube Deddy Corbuzier .

“Betul ( Ferdy Sambo yang nembak duluan) nyuruh ditembak supaya menyakinkan biar meninggal sekalian, padahal ( Brigadir J ) sudah meninggal,” ucapnya.

Kemudian, Ahmad Sahroni berharap Bharada E bisa dibersihkan namanya dan lepas dari aturan kepolisian.

“Sebenarnya sebagai ajudan namanya perintah tidak bisa menolak makanya saya berharap Bharada E orang yang bebas dari aturan yang ada di kepolisian,” katanya.

Tak hanya itu, Ahmad Sahroni menyebut bahwa laporan yang dilaporkan itu palsu.

“Masalahnya pada saat dilaporkan ke Kapolri ternyata hoaks, laporannya palsu begitu juga saat Kapolri melaporkan kepada Presiden,” ucap Ahmad Sahroni .

“Kan sesuai laporan dari anak buah, ternyata kena prank semua. Presiden kena prank juga,” ucapnya.

Menurutnya, Kapolri tidak bisa disalahkan karena Kapolri menerima laporan dari anak buah yang ternyata semua laporan tersebut palsu.

“Kapolri menerima laporan di lapangan dari anak buah, gak taunya semua palsu, kan kasihan.tidak bisa disalahkan pak Kapolri sebenarnya,” ucapnya.

Selain itu, Ahmad Sahroni mengatakan akan memeriksa perangkat Polri jika orang tersebut mencoba menghalangi atau menutupi perkara yang ada.

“Perangkat dari mereka yang mencoba atau menghalangi perkara yang ada baru diperiksa,” ucap Ahmad Sahroni .

Ahmad Sahroni juga meminta Kapolri untuk memisahkan antara orang yang langsung terlibat, orang yang mengetahui tapi tidak terlibat, dan orang yang sama sekali tidak mengetahui dan ikut andil di dalamnya.

Ahmad Sahroni menyebut ada 83 orang yang terserat dalam kasus ini, 18 orang diantaranya terkena langsung dan yang lain masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.(Tazkia Falah Rahmani)***