Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 3, 2022

rakyat62.id – Persoalan layanan Visa on Arrival (VoA) hingga Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang tak maksimal membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel ke pihak Imigrasi Kemenkumham. Kalangan pengusaha mengaku bahwa persoalan tersebut memang kerap menyulitkan, bahkan berpotensi adanya pungutan liar (pungli).

“Yang dimasalahkannya visa on arrival di bandara. Banyak birokrasi dan ada motif dianggap pungli, lewat jalur khusus,” kata Chairman Committee Association Industry Oil & Gas Kadin Indonesia, Achmad Widjaja kepada CNBC Indonesia, Senin (12/9/22).

Padahal, hal seperti itu seharusnya tidak terjadi karena berpotensi mengurangi minat dunia usaha untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Ia pun menyarankan agar pemerintah memaksimalkan system digital dengan mengurangi keterlibatan petugas.

“Malu buat Indonesia negara yang sudah maju. Ikut prosedur aja, loket di buka dengan banyak dan by system aplikasi kan beres, kurangi faktor manusia di loket,” ujar pria yang akrab disapa AW itu.

Masalah ini juga menjadi perhatian serius Jokowi. Saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta akhir pekan lalu, Jokowi meminta adanya perubahan menyeluruh terhadap layanan imigrasi Indonesia. Pasalnya, Jokowi mengaku mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat.

“Yang kami lihat dan disampaikan ke saya banyak, baik dari investor baik mengenai turis, baik mengenai orang yang ingin dapat Kitas, izin tinggal, auranya yang saya rasakan itu imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol,” kata Jokowi, seperti dikutip Senin (12/9/2022).

“Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan. Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya adalah memudahkan dan melayani,” jelasnya.