Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.id – Raja Charles III baru saja naik takhta pada Sabtu, 10 September 2022, setelah kematian sang ibunda Ratu Elizabeth II.

Sejak beberapa dekade terakhir, pria berusia 73 tahun itu menjadi sorotan publik akibat pernikahannya yang hancur dengan mendiang Putri Diana.

Selain itu, raja baru Inggris itu juga menarik perhatian masyarakat luas karena pandangannya tentang sejumlah masalah budaya dan sosial, termasuk perubahan iklim, politik, dan agama.

Raja Charles III dalam beberapa kesempatan pernah mengungkapkan pemikirannya dan secara terbuka berbicara tentang kekagumannya terhadap agama Islam .

Penulis Robert Jobson dalam bukunya Charles at Seventy: Thoughts, Hopes and Dreams mencatat bahwa raja mempelajari kitab suci Islam Al-Qur’an dan mengirim surat kepada para pemimpin Muslim dalam bahasa Arab.

Berikut adalah beberapa pemikiran Charles tentang Islam dan Muslim yang berkaitan dengan isu-isu dunia seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera.

Masalah LingkunganCharles menjadi pegiat masalah lingkungan selama beberapa dekade yang mendesak para pemimpin dunia untuk mencari solusi segera dan jangka panjang untuk mengatasi perubahan iklim.

Dalam pidatonya di Oxford Center for Islamic Studies pada tahun 2010, Charles mengatakan berdasarkan pengetahuannya tentang Islam dan Al-Qur’an terdapat batasan untuk kelimpahan Alam.

“Ini bukan batasan yang sembarangan. Ini adalah batasan yang ditetapkan oleh Tuhan dan, jika pemahaman saya tentang Al-Qur’an benar, umat Islam diperintahkan untuk tidak melanggarnya,” kata Charles yang merupakan anggota Gereja Inggris.

“Kita berbagi planet ini dengan ciptaan lainnya untuk alasan yang sangat bagus dan kita tidak dapat hidup sendiri tanpa jaringan kehidupan yang seimbang dan rumit di sekitar kita. Islam selalu mengajarkan ini dan mengabaikan pelajaran itu berarti melanggar kontrak kita dengan Pencipta,” ujarnya menambahkan.

Kartun Nabi Muhammad SAW di Denmark Dalam sebuah kunjungan ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, pada tahun 2006, Charles mengkritik publikasi kartun di Denmark yang mengejek Nabi Muhammad SAW tahun 2005.

Ia menyerukan agar semua orang untuk menghormati keyakinan orang lain.

“Ciri nyata dari masyarakat beradab adalah rasa hormat yang diberikan kepada minoritas dan orang asing. Perselisihan dan kemarahan baru-baru ini atas kartun Denmark menunjukkan bahaya yang datang dari kegagalan kita untuk mendengarkan dan menghormati apa yang berharga dan suci bagi orang lain,” ujar Charles dalam pidatonya.

Kartun tentang Nabi Muhammad SAW tersebut menyebabkan perdebatan tentang kebencian anti-Muslim dan batasan kebebasan berbicara di Barat.

RamadhanPada awal bulan suci Ramadhan di bulan April 2022, Charles mengatakan bahwa setiap orang dapat belajar dari semangat Ramadhan.

“Tidak hanya kedermawanan, tetapi juga pantangan, rasa syukur, dan kebersamaan dalam doa yang akan memberikan penghiburan besar bagi banyak orang di seluruh dunia,” kata Charles dalam sebuah pernyataan.

“Kemurahan hati dan keramahan umat Islam yang baik hati tidak berhenti mengejutkan saya dan saya yakin bahwa saat kita memasuki masa yang lebih tidak pasti. Komunitas Muslim akan kembali menjadi sumber amal yang sangat besar di bulan Ramadhan ini,” lanjutnya.

Islam dan BaratCharles telah lama mengajak dunia Muslim dan Barat lebih dekat dan menambahkan bahwa ada banyak kesalahpahaman tentang Islam di Barat.

“Jika ada banyak kesalahpahaman di Barat tentang Islam , berarti banyak juga ketidaktahuan tentang utang budaya dan peradaban kita sendiri kepada dunia Islam . Ini adalah kegagalan yang berasal dari sejarah yang telah kita warisi,” katanya pada tahun 1993 dalam pidato yang banyak dikutip di Oxford Center for Islamic Studies.

Charles juga memperingatkan bahwa ekstremisme tidak boleh dilihat sebagai ciri khas Islam .***