Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.idPIKIRAN RAKYAT- Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Sergeyevich Gorbachev dilaporkan meninggal dunia .

Mikhail Sergeyevich Gorbachev merupakan pemimpin kedelapan sekaligus yang terakhir menjabat dalam pemerintahan Uni Soviet .

Ia merupakan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet sejak tahun 1985 hingga 1991.

Mikhail Gorbachev , merupakan sosok yang berjasa dalam mengakhiri Perang Dingin tanpa pertumpahan darah tetapi ia gagal mencegah runtuhnya Uni Soviet .

Politikus komunis itu meninggal pada Selasa,30 Agustus 2022 di usia 91 tahun, kata pejabat rumah sakit di Moskow.

Mikhail Gorbachev , merupakan presiden Soviet terakhir, menjalin kesepakatan pengurangan senjata dengan Amerika Serikat dan kemitraan dengan kekuatan Barat.

Hal tersebut untuk menghapus Tirai Besi yang telah membagi Eropa sejak Perang Dunia Kedua dan mewujudkan reunifikasi Jerman.

Tetapi reformasi internalnya membantu melemahkan Uni Soviet sampai pada titik di mana ia runtuh, momen yang oleh Presiden Vladimir Putin disebut sebagai “bencana geopolitik terbesar” abad kedua puluh.

” Mikhail Gorbachev meninggal malam ini setelah penyakit serius dan berkepanjangan,” kata Rumah Sakit Klinis Pusat Rusia .

Putin menyatakan ‘belasungkawa terdalamnya’ melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov

“Besok dia akan mengirim telegram belasungkawa kepada keluarga dan teman-temannya,” katanya mewakili Vladimir Putin.

Sebelumnya pada tahun 2018, Vladimir Putin dengan semangat mengatakan ia akan membalikan disintegrasi Uni Soviet jika ia mampu.

Para pemimpin dunia dengan cepat memberikan penghormatan. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Gorbachev, yang dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 1990, telah membuka jalan bagi Eropa yang bebas.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia percaya pada “glasnost dan perestroika keterbukaan dan restrukturisasi bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai jalan ke depan bagi rakyat Uni Soviet setelah bertahun-tahun terisolasi dan kekurangan.”

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, mengutip invasi Putin ke Ukraina, mengatakan “komitmen tak kenal lelah Gorbachev untuk membuka masyarakat Soviet tetap menjadi contoh bagi kita semua”.***