Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa para politisi memiliki kewajiban untuk berhati-hati tentang hubungan mereka dengan organisasi mana pun. Kishida pun meminta maaf atas aktivitas anggota-anggota partainya dengan Gereja Unifikasi yang kontroversial.

“Sebagai ketua partai, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus,” kata Kishida pada konferensi pers hari Rabu (31/8) ini.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (31/8/2022), pemimpin negeri sakura itu mengatakan bahwa para anggota partai berkuasa harus memutuskan hubungan dengan Gereja Unifikasi, yang telah menjadi sorotan usai pembunuhan mantan perdana menteri Shinzo Abe .

Tetsuya Yamagami, pelaku pembunuhan Abe membenci gereja tersebut atas keterlibatan ibunya yang telah memberikan sumbangan besar untuk organisasi itu. Yamagami telah menargetkan Abe karena diyakini terkait dengan sekte tersebut.

Setelah pembunuhan Abe, terungkapnya hubungan antara gereja itu dan sejumlah politisi telah menimbulkan kontroversi.

Gereja Unifikasi telah mengutuk pembunuhan Abe dan membantah tuduhan taktik penggalangan dana paksa di antara para anggotanya.

“Kami akan menjadikannya sebagai kebijakan partai bahwa anggota parlemen kami dengan tulus merenungkan masa lalu mereka, meninggalkan hubungan dan memutuskan hubungan dengan organisasi yang bersangkutan,” ujar Kishida kepada wartawan.

“Politisi harus berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan organisasi yang dianggap bermasalah oleh masyarakat,” katanya, menjanjikan penyelidikan hubungan antara anggota partainya dan gereja tersebut.

Abe ditembak bulan lalu di wilayah Nara, Jepang barat saat kampanye. Pemerintah Jepang merencanakan pemakaman kenegaraan pada 27 September mendatang yang diharapkan akan dihadiri oleh banyak kepala negara dan mantan kepala negara.

Namun, rencana tersebut memicu pro dan kontra di Jepang, dengan sebagian mempertanyakan apakah uang publik harus dihabiskan untuk acara seperti itu.