Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 29, 2022

rakyat62.id – Raja Charles III mengaku terpukul atas kepergian ibunda tercintanya, Ratu Elizabeth II , dan bersumpah akan melanjutkan pelayanan semasa hidupnya kepada bangsa Inggris.

Raja Charles III membuat pidato pertamanya kepada negara Inggris sebagai raja pada hari Jumat, 9 September 2022 setelah kematian Ratu Elizabeth II .

“Sepanjang hidupnya, Yang Mulia Ratu, Ibu saya tercinta adalah inspirasi dan teladan bagi saya dan kepada seluruh keluarga saya, dan kami berutang kepadanya hutang paling tulus yang dapat diberikan keluarga mana pun kepada ibu mereka untuk cinta, kasih sayang, bimbingan, pengertian, dan teladannya,” kata Raja Charles III , dilansir Pikiran-rakyat.com dari Euro News.

“Ratu Elizabeth adalah kehidupan yang dijalani dengan baik; janji dengan takdir yang ditepati dan dia (Elizabeth) berduka paling dalam akan kematiannya,” lanjut Raja Charles III .

Raja Charles III juga menambahkan akan melanjutkan pelayanan Ratu Elizabeth II semasa hidupnya.

“Seperti yang dilakukan Ratu sendiri dengan pengabdian yang tak tergoyahkan seperti itu, saya juga, sekarang dengan sungguh-sungguh berjanji pada diri saya sendiri, sepanjang waktu yang tersisa yang Tuhan berikan kepada saya, untuk menegakkan prinsip-prinsip konstitusional di jantung bangsa kita,” katanya.

Di sela-sela pidato pertamanya sebagai seorang Raja, Charles III juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kedua orang tuanya.

“Dan kepada Mamaku yang tersayang, saat kamu memulai perjalanan besar terakhirmu untuk bergabung dengan almarhum Papa tersayang, aku hanya ingin mengatakan terima kasih,

Terima kasih atas kasih dan pengabdian Anda kepada keluarga kami dan kepada keluarga bangsa-bangsa yang telah Anda layani dengan begitu tekun selama bertahun-tahun ini,” ujarnya.

Pidato Raja Charles III tersebut disiarkan melalui televisi dan juga disiarkan di Katedral St. Paul.

Acara tersebut dihadiri oleh 2.000 orang lebih untuk melakukan kebaktian peringatan bagi Ratu Elizabeth II .

Dalam kebaktian dan ibadah tersebut turut dihadiri oleh Perdana Menteri Liz Truss dan anggota pemerintahannya.

Kematian Ratu Elizabeth II pada hari Kamis menandai berakhirnya tujuh dekade yang memecahkan rekor di atas takhta, dengan hanya Louis XIV dari Prancis di depannya dalam buku-buku sejarah.***