Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 29, 2022

rakyat62.idDilansir Pikiran-Rakyat.com dari Nytimes.com, kematiannya diumumkan oleh kantor berita negara Rusia . Menurut rumah sakit klinis pusat kota, Mikhail Gorbachev meninggal setelah lama terkena penyakit yang cukup serius.

Dia meninggal pada usia 91 tahun di Moskow, Rusia .

Mikhail Gorbachev naik ke pucuk kekuasaan di Uni Soviet dengan menggerakkan serangkaian perubahan revolusioner, mengubah peta Eropa, dan mengakhiri Perang Dingin.

Dalam waktu kurang dari enam tahun yang bergejolak, Gorbachev mengangkat Tirai Besi dengan tegas untuk mengubah iklim politik dunia.

Dia dipuji sebagai pahlawan. Bagi George F. Kennan, diplomat Amerika terkemuka dan ahli Soviet, ia mengatakan bahwa Gorbachev adalah “keajaiban”. Lantaran, Gorbachev melihat dunia apa adanya dan tidak terhalang oleh ideologi Soviet.

Tetapi, banyak orang di Rusia menganggap pergolakan yang dilakukan oleh Gorbachev adalah bencana.

Presiden Vladimir V. Putin menyebut runtuhnya Uni Soviet sebagai bencana geopolitik terbesar. Bagi Putin berakhirnya Uni Soviet adalah momen memalukan dan kekalahan yang invasi ke Ukraina.

Tak dapat dielakkan bahwa Gorbachev telah gagal dalam menghentikan kehancuran Uni Soviet dengan dua kebijakannya yang populer yaitu glasnost dan perestroika.

Glasnost adalah kebijakan keterbukaan pada semua bidang di institusi pemerintahan Uni Soviet , termasuk kebebasan informasi.

Akibat kebijakan ini, banyak media di Uni soviet mulai berani memberitakan masalah negara yang sebelumnya dirahasiakan pemerintah.

Perestroika adalah rekonstruksi yang terjadi pada sistem politik dan ekonomi di Uni Soviet . Tujuan perestroika yaitu bisa memajukan perekonomian Uni Soviet secara perlahan dengan menerapkan kebijakan ekonomi negara barat.

Alih-alih memperbaiki perekonomian Uni Soviet yang buruk, dua kebijakan tersebut justru meruntuhkan Uni Soviet .

Runtuhnya Uni Soviet ini berpengaruh terhadap hubungan Indonesia dan Rusia . Pasalnya sebelum itu, hubungan Indonesia dan Uni Soviet pernah renggang dan membaik usai bubarnya Uni Soviet .

Pemerintah Indonesia secara resmi mengakui Rusia sebagai pengganti sah Uni Soviet . Pengakuan ini dilakukan secara tertulis oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Ali Alatas pada 28 Desember 1991.

Hubungan yang terjalin pun memberikan dampak yang baik diantara keduanya seperti kerja sama dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan perdagangan.

Banyak bantuan yang diberikan oleh Uni Soviet kepada Indonesia, salah satunya ialah dukungan proses kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1963.(Paradilla Karisma Putri)***