Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.id – Jumlah korban tewas akibat rentetan serangan rudal Rusia di berbagai wilayah Ukraina sepanjang Senin (10/10) waktu setempat bertambah menjadi 19 orang. Lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan-serangan tersebut.

“Menurut data awal, 19 orang tewas, 105 orang lainnya mengalami luka-luka,” demikian pernyataan terbaru Dinas Darurat Negara Ukraina via Telegram, seperti dilansir CNN dan kantor berita Ukrinform, Selasa (11/10/2022).

Banyak ledakan mengguncang ibu kota Kiev dan beberapa kota Ukraina lainnya melaporkan ledakan juga terputusnya aliran listrik pada Senin (10/10) waktu setempat, menyusul rentetan serangan Rusia ke wilayah Ukraina.

“Akibat serangan-serangan itu, fasilitas-fasilitas infrastruktur kritis dan sipil diserang kemarin di sebanyak 12 wilayah dan kota Kiev, di mana lebih dari 30 kebakaran terjadi, yang telah dipadamkan oleh Dinas Darurat Negara,” sebut pernyataan tersebut.

Disebutkan juga oleh Dinas Darurat Negara Ukraina bahwa hingga Selasa (11/10) waktu setempat, sebanyak 301 permukiman yang tersebar di Kiev, Lviv, Sumy, Ternopil dan Khmelnytskyi masih belum mendapatkan aliran listrik, yang sebelumnya terputus akibat serangan Rusia.

Lebih dari 1.000 personel dilibatkan dalam upaya penyelamatan dan pemadaman kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Ukraina.

Laporan Ukrinform menyebut Rusia meluncurkan 84 rudal jelajah dan mengerahkan 24 drone dalam serangan ke berbagai wilayah Ukraina pada Senin (10/10) waktu setempat.

Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina, seperti dilansir CNN, sebelumnya menyebut dari 84 rudal dan serangan udara Rusia yang dilancarkan ke wilayah Ukraina, sekitar 56 rudal dan drone di antaranya berhasil ditembak jatuh.

Simak video ‘Zelensky: 12 Orang Tewas dalam Serangan Rudal Rusia di Kiev’:

Rentetan serangan Rusia itu dinilai para analis sebagai respons atas ledakan yang mengguncang Jembatan Crimea pada Sabtu (8/10). Ledakan itu tidak diklaim oleh Ukraina, namun Moskow menuduh Kiev sebagai dalangnya.

Presiden Vladimir Putin dalam pernyataannya mengancam akan memberikan respons lebih ‘parah’ terhadap Ukraina jika serangan-serangan terhadap wilayah Rusia dilanjutkan.

“Tidak mungkin membiarkan itu (serangan Ukraina-red) tidak terjawab. Jika upaya-upaya serangan teroris terus berlanjut, respons dari Rusia akan parah dan sesuai dengan tingkat ancamannya,” tegas Putin pada awal rapat dewan keamanan Rusia, seperti dilansir AFP dan kantor berita TASS.

“Jangan ada keraguan tentang itu,” sebutnya.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang juga wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, menegaskan bahwa serangan-serangan Rusia itu hanya ‘episode pertama’ dan tujuan Rusia haruslah ‘menghancurkan total rezim politik Ukraina’.