Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

April 2, 2023

rakyat62.idPIKIRAN RAKYAT- Baru-baru ini Thailand diguncangkan kasus penembakan di tempat penitipan anak oleh mantan anggota polisi.

Aksi penembakan yang menewaskan banyak anak kecil itu menjadi episode kelam dalam kasus pembunuhan di Thailand .

Namun, ada kisah haru di balik kasus penembakan itu terjadi, seorang anak berusia 3 tahun selamat dari maut yang terjadi pada minggu lalu.

Saat penembakan brutal terjadi, bocah bernama Paveenut Supolwong, yang dipanggil Ammy sedang tertidur di bawah selimut di sudut kelas.

Tertidur nyenyak Ammy tak sadar pembunuh masuk ke dalam kamar dan mulai membunuh teman-temannya.

Orangtua Ammy mengungkapkan jika buah hatinya sedang tertidur lelap di bawah selimut yang menutupi sebagian besar tubuhnya, sehingga ia selamat dari teror penembakan itu.

Dia adalah satu-satunya anak di kamar bayi yang lolos tanpa cedera setelah mantan perwira polisi Panya Khamrap membunuh lebih dari 30 orang yang didominasi oleh anak-anak.

“Saya shock,” kata ibu Ammy, Panompai Sithong.

“Saya merasa sedih untuk keluarga lain … Saya senang anak saya selamat. Ini adalah perasaan campur aduk antara sedih dan syukur,” tuturnya lagi.

Pada hari Minggu, rumah kayu keluarga itu ramai dengan kerabat dan tetangga berbagi piring ikan, salad pepaya, dan refleksi atas tragedi itu.

Mereka meributkan Ammy saat dia bermain di halaman dengan gaun berbunga-bunga, jimat diikatkan di lehernya.

Orangtua Ammy mengatakan dia tampaknya tidak memiliki ingatan tentang tragedi itu.

Seseorang menemukannya mengaduk-aduk di sudut jauh ruang kelas, setelah si pembunuh pergi, dan membawanya keluar dengan kepala tertutup selimut sehingga dia tidak melihat mayat teman-teman sekelasnya.

Dari 22 anak yang ditikam sampai mati, 11 meninggal di ruang kelas tempat dia tidur siang, menurut polisi.

Sementara ada dua anak lainnya dirawat di rumah sakit dengan luka serius di kepala.***