Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.id – Sebuah kapal Iran mencoba menangkap kapal penelitian tak berawak militer Amerika Serikat (AS) di Teluk, tetapi melepaskannya setelah kapal patroli dan helikopter Angkatan Laut AS dikerahkan ke lokasi itu, kata Pentagon.

Armada ke-5 Komando Pusat AS mengatakan sebuah kapal pendukung dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGCN ) Shahid Baziar, terlihat menarik kapal permukaan tak berawak (USV) Saildrone Explorer pada Senin (29/8/2022) malam.

Drone angkatan laut AS sepanjang tujuh meter (23 kaki) itu dilengkapi dengan berbagai sensor, radar dan kamera.

“Itu berada di perairan internasional untuk mengumpulkan navigasi dan data lain yang tidak ditentukan,” kata Armada ke-5 dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir AFP, pada Selasa (30/8/2022).

Ketika kapal Iran terlihat menarik kapal tak berawak itu, pasukan AS mengirim kapal patroli pantai USS Thunderbolt, yang beroperasi di dekatnya, ke tempat kejadian.

Selain itu, helikopter MH-60S Sea Hawk yang berbasis di Bahrain juga terbang ke lokasi.

Tindakan itu “mengakibatkan kapal IRGCN memutuskan tali penarik ke USV dan meninggalkan daerah itu sekitar empat jam kemudian” tanpa ada insiden lanjutan, kata Armada ke-5.

“Tindakan IRGCN mencolok, tidak beralasan dan tidak konsisten dengan perilaku kekuatan maritim profesional,” kata Wakil Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat Angkatan Laut AS, dalam sebuah pernyataan.

Lebih lanjut kata dia, pasukan angkatan laut AS tetap waspada dan akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan hukum internasional sambil mempromosikan ketertiban internasional berbasis aturan di seluruh kawasan.

Saildrone Explorer dilengkapi dengan panel surya dan sayap layar setinggi lima meter. Ini dapat digerakkan oleh energi matahari dan angin, dan dapat digunakan dalam misi di lautan hingga satu tahun, operasinya dipantau dari jarak jauh oleh pilot manusia.

Kapal itu dapat mengumpulkan berbagai data kelautan, navigasi dan meteorologi, serta intelijen strategis.

Armada ke-5 menekankan kapal itu milik pemerintah AS, tetapi teknologi yang dibawanya “tersedia secara komersial” dan “tidak menyimpan informasi sensitif atau rahasia.”

Angkatan Laut AS pertama kali memulai pengujian operasional USV di Teluk Aqaba Desember lalu.