Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

rakyat62.id – Militer Amerika Serikat (AS) meng-grounded atau mengandangkan armada helikopter Chinook H-47 yang menjadi ikon perang AS, mulai dari Perang Vietnam hingga perang di Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah terjadi serentetan insiden kebakaran mesin.

Seperti dilansir AFP, Rabu (31/8/2022), langkah itu berarti akan membuat sekitar 400 unit helikopter Chinook tidak beroperasi. Produsen mesin Honeywell, yang digunakan oleh helikopter Chinook, menyebut adanya dugaan sejumlah ‘cincin-O’ yang digunakan oleh sejumlah helikopter itu yang tidak memenuhi spesifikasi.

“Militer telah mengidentifikasi akar penyebab kebocoran bahan bakar yang menyebabkan sejumlah kecil kebakaran mesin di antara sejumlah helikopter H-47 dan tengah menerapkan langkah-langkah perbaikan untuk mengatasi masalah ini,” ucap juru bicara militer AS Cynthia Smith dalam pernyataannya.

“Meskipun tidak ada kematian atau cedera yang terjadi, pihak militer untuk sementara mengandangkan armada H-47 karena sangat berhati-hati, hingga tindakan perbaikan selesai dilakukan,” imbuhnya.

Helikopter Chinook, awalnya dikenal sebagai CH-47 ini, diproduksi oleh Boeing . Helikopter militer jenis ini beroperasi di seluruh Angkatan Bersenjata AS, juga di Inggris dan nyaris 20 negara lainnya.

Dengan dua rotor, helikopter Chinook bisa membawa muatan berat dan dipersenjatai dengan baik untuk situasi pertempuran. Helikopter jenis ini kerap digunakan dalam misi pemulihan bencana.

Awal tahun ini, Jerman mengumumkan akan membeli 60 unit helikopter Chinook. Argentina dan Filipina juga mengantre untuk membeli helikopter Chinook, dibandingkan helikopter buatan Rusia.

Pihak Honeywell menyatakan tidak bertanggung jawab atas cincin-O yang bermasalah, namun tidak mengidentifikasi di mana cincin-O itu diproduksi atau siapa yang memasangnya.

“Militer AS dan Honeywell bisa memvalidasi bahwa tidak ada cincin-O yang dipertanyakan yang berasal atau merupakan bagian dari produksi Honeywell atau mesin yang dirombak Honeywell,” demikian pernyataan pihak Honeywell.