Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 4, 2023

TRIBUNWOW.COM – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santosa mengatakan adanya pergerakan untuk mendukung Irjen Ferdy Sambo.

Dilansir TribunWow.com, diduga aksi tersebut dilakukan sejumlah polisi dengan cara memberikan perlawanan pada kinerja Timsus bentukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

Sugeng mengatakan bahwa dirinya juga ikut menjadi sasaran pemantauan oleh pihak terkait.

Baca juga: IPW Beri Pesan pada Listyo Sigit Prabowo: Pak Kapolri Ini Serius, Ada Geng Mafia di Institus Anda

Hal ini dibeberkannya melalui tayangan wawancara di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (16/8/2022).

Menurut Sugeng, upaya perlawanan tersebut diduga akan menyerang nama baik anggota tim tersebut.

Adapun tim bentukan Kapolri pada Selasa (12/7/2022) itu beranggotakan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dibantu Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Selain itu juga Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri, serta Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) Irjen Wahyu Widada.

“IPW mendapatkan informasi bahwa ada upaya-upaya ‘perlawanan’ kepada Timsus,” ungkap Sugeng.

“Menyerang utamanya kepada pribadi-pribadi di Timsus, melalui pendiskreditan nama baik dan segala macam.”

“Ada informasi masuk dan ada sedikit data pada kami.”

Ungkap Upaya Melawan Timsus Membuka Kasus Brigadir J, IPW: Ada Pergerakan 20 Orang, Ini Polisi
Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/8/2022). Irjen Pol Ferdy Sambo akan diminta keterangan oleh tim khusus bentukan Kapolri terkait kasus kematian ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang tewas di rumah dinasnya pada 8 Juli 2022 lalu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Kapolri Lakukan Pembersihan Buntut Kasus Brigadir J, 56 Polisi Diperiksa, 11 Pejabat Polri Diamankan

IPW menyebut adanya pergerakan mencurigakan dari sekitar 20 orang polisi jelang pemanggilan Ferdy Sambo.

“Pada hari ketika saya mendapat informasi sebetulnya ada pemantauan pada FS, sebelum hari Sabtu itu diperiksa tim khusus di Kabareskrim, ada pergerakan 20 orang yang di luar kendali pimpinannya terlibat dalam komunikasi mendukung FS,” bongkar Sugeng.

“Ini polisi ya, kalau warga sipil enggak ada soal. (Pergerakan terjadi-red) sekitar tanggal 3 atau tanggal 4, hari Jumat sebelum Pak FS dipanggil pagi pukul 08.00 WIB ke Bareskrim. Kemudian terjadi pergerakan penebalan keamanan dari Mako Brimob.”

Sugeng menyatakan ia tak tahu menahu apakah pergerakan di tubuh Polri tersebut masih terjadi hingga hari ini.


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.