Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.id – Dokter spesialis kedokteran jiwa Dian Pitawati mengatakan bahwa mengalami cemas berlebih dan sulit tidur menjadi pertanda bahwa Anda sedang mengalami masalah kesehatan jiwa .

‚ÄúTanda atau gejala (masalah kesehatan jiwa ) pasti ada di pikiran, perasaan, perilaku. Kalau sudah merasa tidak nyaman di area itu, sudah pasti ada masalah kesehatan jiwa . Contohnya cemas dan khawatir berlebihan, rendah diri, putus asa, sampai sulit tidur ,” ujar Dian dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dian menyarankan agar lebih peka terhadap diri sendiri sehingga mengetahui adanya perubahan atau tidak dalam berperilaku yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Jika seseorang mengalami hal tersebut Dian menyarankan untuk melakukan konsultasi kepada orang yang profesional dibidangnya, hal tersebut dikarenakan seseorang bisa dikatakan terkena gangguan mental apabila memenuhi kriteria diagnosis.

“Harus memenuhi kriteria diagnosis dulu atau kriteria gangguan jiwa itu seperti apa. Perubahan pikiran, perasaan, perilaku, karena kita lihat ada masalah, itu kan respons wajar. Masa kita lagi ditinggal orang dekat kita yang paling kita sayangi terus kita malah bahagia atau biasa saja. Jadi sedih, kecewa, overthinking, itu hal wajar,” kata dokter spesialis kejiwaan tersebut.

Dian menyebutkan terdapat beberapa kriteria untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami masalah kesehatan jiwa atau tidak, diagnosisnya yaitu dengan cara mendeteksi gejala yang ada dan juga durasi gejala tersebut muncul.

“Misalnya, episode depresi itu apa sih? Kalau sudah memenuhi tanda atau kriteria diagnosis penyakit depresi sudah dua minggu. Jadi enggak semata-mata sedih langsung dibilang depresi. Makanya perlu pemeriksaan dulu,” ujar Dian mencontohkan.

Kesehatan mental sangat penting untuk diperhatikan karena dapat berdampak terhadap kualitas hidup, atau bahkan dapat berdampak terhadap orang sekitar. Lebih parahnya orang yang mengalami masalah mental dapat berujung upaya bunuh diri.

Menurut Sandersan Onie Presiden Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia mengatakan di Indonesia sendiri tingkat orang yang terkena kesehatan mental cukup tinggi. Di Indonesia hanya terdapat 4.400 psikolog dan juga psikiater dengan jumlah populasi lebih dari 250 juta orang.

Kesehatan mental yang berujung bunuh diri dapat berdampak terhadap ekonomi, kerugian ekonomi mencapai Rp582 triliun per tahun akibat kematian karena hilangnya juga produktivitas.

Sandersan menambahkan bahwa masyarakat Indonesia lebih banyak memilih untuk berkonsultasi kepada pemuka agama dibandingkan kepada profesional kejiwaan.***