Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

TRIBUNWOW.COM – Operator energi negara Ukraina mengatakan ada risiko kebocoran radioaktif di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, pantauan satelit menunjukkan adanya kebakaran di sejumlah tempat.

Adapun untuk mengantisipasi kebocoran radioaktif, masyarakat sekitar telah diberikan tablet Yodium.

Baca juga: Siksa Warga Rusia yang Jadi Tahanan Perang, 2 Tentara Ukraina Ini Diburu Putin Dihargai Rp 245 Juta

Sebagaimana diketahui, PLTN Zaporzhzhia merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa dan saat ini sedang diduduki oleh pasukan Rusia.

Energoatom mengatakan pada hari Sabtu (27/8/2022), bahwa pasukan Rusia telah berulang kali menembaki situs di Ukraina Selatan itu selama hari terakhir.

Sementara kementerian pertahanan Rusia membalas dengan menuduh pasukan Ukraina meluncurkan serangan terhadap PLTN.

“Akibat penembakan berkala, infrastruktur stasiun telah rusak, ada risiko kebocoran hidrogen dan percikan zat radioaktif, dan bahaya kebakaran tinggi,” terang Energoatom seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (27/8/2022).

Potensi Kebocoran Radiasi Nuklir Makin Kritis akibat Diserang Rusia, Ukraina Bagikan Tablet Yodium
Penampakan fasilitas nuklir di Zaporizhzhia, Ukraina yang kini sepi dari aktivitas kerja normal karena serangan pasukan militer Rusia. (YouTube The Guardian)

Baca juga: Khawatir Bencana Nuklir di Ukraina, 42 Negara Minta Putin Tarik Pasukan Rusia dari Zaporizhzhia

Badan tersebut mengatakan bahwa pada tengah hari pada hari Sabtu, sekira pukul 09:00 GMT, PLTN ini beroperasi dengan risiko melanggar standar radiasi dan keselamatan kebakaran.

Pihak berwenang mulai mendistribusikan tablet yodium pada hari Jumat kepada penduduk yang tinggal di dekat pabrik jika terjadi kebocoran radiasi.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Ukraina telah menembaki fasilitas nuklir dalam 24 jam terakhir.

“Sebanyak 17 peluru ditembakkan, empat di antaranya mengenai atap Gedung Khusus No. 1, tempat 168 rakitan bahan bakar nuklir Westinghouse AS disimpan,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu mengatakan 10 peluru meledak di dekat fasilitas penyimpanan kering untuk bahan bakar nuklir bekas dan tiga lagi di dekat sebuah bangunan yang menampung penyimpanan bahan bakar nuklir baru.

Namun ditekankan bahwa situasi radiasi di pabrik tetap normal.

Nyatanya, gambar satelit terbaru dari Planet Labs menunjukkan api membakar di sekitar kompleks Zaporizhzhia selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Zelensky Terus Serang Zaporizhzhia, Rusia Ingatkan Ukraina hingga Romania akan Kena Bencana Nuklir


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.