Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 29, 2023

rakyat62.id – Untuk mencapai kondisi kesehatan tubuh yang optimal, kita kerap dianjurkan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan ke dalam diet kita.

Sumber makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung nutrien, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jadi, tidaklah mengherankan apabila produk kecantikan dengan bahan utama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (plant-based) juga dapat memberikan manfaat yang baik bagi kulit kita.

Ekstrak tumbuh-tumbuhan yang digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit mengandung zat-zat aktif seperti kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat membuat kulit menjadi lebih sehat.

Salah satu produk perawatan yang penting dalam skin care routine kita adalah penggunaan serum .

Plant-based serum merupakan alternatif yang baik digunakan sehari-hari karena kondisi kulit kita yang sering terpapar polusi, debu, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. Dampak dari paparan ini juga yang dapat menyebabkan stres pada kulit.

Serum dirancang untuk menutrisi, melindungi, dan menghidrasi kulit. Serum mengandung konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi daripada pelembap. Penggunaan serum biasanya dilakukan sebelum pelembap.

Paparan stressor yang terjadi pada kulit juga dapat menyebabkan oksidasi yang menimbulkan molekul radikal bebas sehingga kondisi kulit terganggu kelembapannya, kulit menjadi lebih sensitif, dan lapisan penghalang kulit (skin barrier) yang semakin lemah.

Dalam kondisi seperti ini diperlukan konsumsi antioksidan yang baik sehingga kulit dapat berfungsi optimal kembali.

Lalu bagaimana kita dapat mengurangi efek-efek dari stressor eksternal tersebut? Ketahanan kulit (skin resilience) bisa menjadi jawabannya.

Ketahanan kulit yang baik berarti lapisan kulit kita dapat berfungsi secara optimal dalam menangkal stressor yang datang setiap harinya.

Skin resilience tercermin dari kondisi kulit yang elastis dan mempunyai struktur lebih penuh dengan lapisan penghalang (barrier) kulit yang kuat.

Penggunaan plant-based serum yang mengandung antioksidan tinggi sebagai skin care routine dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga ketahanan kulit.

Salah satu brand yang dikenal selalu menggunakan bahan alami adalah The Body Shop . Brand yang terus mendorong advokasi terhadap produk kecantikan yang berkelanjutan ini menemukan bahwa bunga Edelweiss yang tumbuh di pegunungan Alpine memiliki kandungan antioksidan alami yang tinggi, termasuk Leontopodic Acid.

Bahkan apabila ekstraknya dijadikan bahan produk perawatan kulit, terbukti mengandung 43% lebih banyak antioksidan dari produk-produk yang terbuat dari bahan kimia sintetis seperti Retinol.

Zat-zat yang terkadung dalam bunga Edelweiss terbukti dapat menjaga kesehatan lapisan ketahanan kulit dan membuatnya halus dan segar. Temuan terbaru ini membuat Edelweisss menjadi salah satu rahasia kecantikan yang belum terkuak.

Penggunaan produk-produk perawatan kulit dengan bahan alami juga terbukti lebih lembut terhadap kulit serta lebih menenangkan.

Selain itu, penggunaan produk dari bahan yang natural juga lebih ramah terhadap Bumi kita. Bayangkan produk-produk yang menggunakan bahan kimia sintetis itu dapat masuk dan mengkontaminasi air dan udara. Tentu saja ini memberikan efek yang buruk terhadap lingkungan.

Selain melakukan perawatan kulit dengan menggunakan bahan-bahan alami, ketahanan kulit juga harus dijaga dari dalam diri kita sendiri.

Dr Alia Ahmed, seorang Psychodermatologist menemukan bahwa terdapat hubungan erat antara stres, kesehatan mental dan kondisi kulit kita.

Berikut beberapa tips yang dianjurkan Dr Alia Ahmed untuk melindungi dan mempertahankan kulit dari luar dan dalam:

1. Mengaplikasikan ketahanan kulit dari dalam sebagai rutinitas perawatan kulit

Ketika Anda mengalami stres, tubuh secara otomatis mengasilkan hormon kortisol. Proses responsif terhadap stres ini dapat mengubah produksi dan komposisi dari kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

Zat-zat ini adalah komponen penting yang membangun ketahanan kulit. Tanpa dukungan dari zat-zat tersebut, kulit dapat secara cepat kehilangan elastisitas dan kekencangannya.

Stres juga dapat mempengaruhi lapisan penghalang alami kulit sehingga membuat kulit kurang efektif dalam menyebuhkan luka serta proses perbaikan secara umum. Oleh karena itu Stress Management merupakan salah satu kunci utama dalam perwatan kulit dan membangun ketahanannya.

2. Rutinitas tidur yang baik

Ketika kurang tidur, tubuh akan menginterpretasikan hal tersebut sebagai stres. Hal yang selanjutnya terjadi adalah respon terhadap peradangan yang otomatis membuat kulit rusak.

Malam hari adalah waktu ketika hormon kortisol berada di tingkat yang rendah sehingga merupakan waktu yang tepat untuk tubuh memperbaiki dirinya dari kerusakan yang terjadi selama kita beraktivitas di hari tersebut.

Cobalah untuk mematikan gawai satu jam sebelum tidur dan berusaha untuk menenangkan pikiran. Membuat prioritas terhadap jadwal tidur yang teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memelihara ketahanan kulit.

3. Self-love tercermin pada kulit

Kita seringkali terlalu fokus kepada kekurangan pada penampilan kita. Memasukkan kata-kata negatif kepada diri sendiri merupakan pencetus stres yang terbesar, hingga lagi-lagi dapat mengubah produksi kolagen, proteoglycan, dan elastin pada kulit.

ilangkan kritik-kritik terhadap diri sendiri itu ketika menggunakan produk perawatan kulit, dan buatlah rutinitas itu sebagai ritual self-love kita.

Nikmatilah setiap tahapan perawatan kulit, dari mulai pemijatan wajah, merasakan tekstur dan menikmati keharumannya. Hal-hal seperti inilah yang membantu sirkulasi yang baik serta membangun ketahanan kulit yang optimal.

“Ketika kita dapat menyeimbangkan hubungan antara kesehatan emosional dan kesehatan fisik, di situlah kita dapat mencapai kesehatan dan ketahanan kulit yang baik.”

“Proses penuaan pada kulit merupakan hal alami yang terjadi pada semua manusia. Proses ini terkadang menyebabkan ketakutan dan kecemasan, terutama bagi wanita. Oleh karena itu, produk perawatan kulit hendaknya dapat digunakan sebagai salah satu sarana pemberdayaan diri dan membantu kita menjadi lebih percaya diri,” ujar Dr Alia Ahmed.