Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.idPIKIRAN RAKYAT- Walaupun tiap individu manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tidak menutup kemungkinan akan berubah.

Terkurung di masa pandemi juga bisa mempengaruhi kepribadian seseorang.

Berdasarkan studi penelitian , ternyata selama pandemi 3 tahun terakhir banyak kepribadian manusia yang ikut berubah.

Dalam studi saat ini, para peneliti mengkategorikan periode yang mencakup pandemi ke dalam fase akut yang mencakup periode antara 1 Maret 2020 hingga 31 Desember 2020.

Kemudian fase adaptasi yang mencakup periode antara 1 Januari 2021, dan 16 Februari 2022.

Penelitian ini melibatkan 7.109 peserta di Understanding America Study (UAS) yang telah menyelesaikan setidaknya satu penilaian kepribadian sebelum pandemi dan penilaian lain selama fase akut atau adaptasi pandemi .

Dibandingkan dengan tingkat pra- pandemi , para peneliti menemukan bahwa neurotisisme menurun selama fase akut pandemi pada tahun 2020.

Neurotisisme merupakan sifat yang mencerminkan tingkat kestabilan emosi seseorang.

Kerap kali didefinisikan sebagai sifat kepribadian negatif yang melibatkan pengendalian diri yang buruk, kesulitan menghadapi stres.

Namun, penurunan tingkat neurotisisme ini tidak berkelanjutan selama fase adaptasi berikutnya pada tahun 2021-2022.

Dengan tingkat neurotisme pada tahun-tahun mendatang. fase adaptasi serupa dengan yang diamati sebelum pandemi .

Empat ciri kepribadian lainnya menunjukkan tren yang berlawanan dengan yang diamati dengan neurotisisme.

Tingkat kehati-hatian, keramahan, keterbukaan, dan ekstraversi selama fase akut pandemi tidak berbeda dari tingkat sebelum pandemi .

Sebaliknya, tingkat keempat sifat menurun selama 2021-2022 dibandingkan dengan tingkat pra- pandemi mereka.

Khususnya, perubahan dalam ekspresi ciri-ciri kepribadian ini mirip dengan yang biasanya diamati selama satu dekade masa dewasa.

Para peneliti mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah perubahan sifat kepribadian .

Yakni yang diamati pada 2021-2022 bertahan lama dan untuk mengevaluasi potensi hasil jangka panjang.***