Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 30, 2023

Jabat Direktur Eksekutif PaKem UMI, Fahri Bachmid Buka Suara - GenPI.co
Resmi menjabat sebagai Direktur Eksekutif PaKem UMI, Fahri Bachmid mulai buka suara. (foto: Dok Pribadi)

GenPI.co – Rektor UMI Makassar Basri Modding menetapkan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fahri Bachmid sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Konstitusi & Pemerintahan (PaKem) Fakultas Hukum UMI masa jabatan 2022-2026.

Fahri Bachmid mengatakan, secara filosofis hakikat pembentukan Pusat Studi Konstitusi dan Pemerintahan ini adalah untuk kepentingan dalam melakukan pengkajian dan penelitian terkait dengan perkembangan konstitusi dan ketatanegaraan di Indonesia.

Tak hanya itu, Pusat Studi Konstitusi dan Pemerintahan juga bersifat sebagai agen pembumian konstitusionalisme kepada masyarakat akademis.

BACA JUGA:  Hadir Lebih Modis, Donna Prive Buka Butik ke-3 di Makassar

Agen pembumian konstitusionalisme bisa berkaitan dengan aspek kepemerintahan, lembaga negara, hak asasi manusia, demokrasi maupun melakukan kajian strategis pada bidang hukum lainnya.

“Saya berpendapat bahwa proses dialektika dalam kehidupan konstitusionalisme Indonesia merupakan sebuah keniscayaan, agar tidak jumud dalam memandang sebuah sistem serta bangunan ketatanegaraan, jadi proses bernegara harus senantiasa dialektis, supaya dapat menghadirkan sebuah sistem yang mapan dan adaptif,” kata Fahri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7/2022).

BACA JUGA:  Menteri Hadi Harus Turun Tangan ke Kantor Pertanahan Makassar

Fahri mengatakan pertimbangan lainnya tentang pembentukan Pusat Kajian Konstitusi dan Pemerintahan adalah dalam rangka akselarasi serta aksentuasi untuk melakukan kegiatan pengkajian, desiminasi, riset keilmuan, pengabdian dan membangun hubungan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga-lembaga negara.

Contohnya Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, DPR, DPD, KY, KPK, Kejaksaan Agung, Polri, TNI, KPU dan instansi pemerintahan lainnya.

BACA JUGA:  Bidadari Cantik Makassar, Suara Merdunya Bikin Jatuh Cinta

Dia menjelaskan perkembangan ketatanegaraan dan konstitusi kontemporer untuk dapat berkontribusi dalam suatu ikhtiar konstitusional dalam perbaikan sistem ketatanegaraan kearah yang lebih konstruktif.

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.