Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 29, 2022

rakyat62.id – Driver ojek online (ojol) masih mengeluhkan potongan biaya aplikasi yang terlalu tinggi. Mereka menilai kenaikan tarif yang berlaku sejak hari ini akan lebih berasa bila potongan dari aplikator bisa lebih rendah.

Dalam aturan baru tarif ojol yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi sendiri potongan aplikasi diatur maksimal 15%.

Namun menurut para driver ojol biaya potongan masih terasa sangat tinggi. Mereka meminta agar potongan ini bisa diturunkan, sehingga kenaikan tarif bisa memberikan lebih banyak pundi-pundi pendapatan bagi para driver.

“Kalau bisa ya aplikasi dikurangin, tolong dikurangi biayanya. Kalau dikurangin kan artinya pendapatan ke kita bisa lebih gede,” kata Yanuar seorang driver ojol yang ditemui detikcom di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (11/9/2022).

Yanuar mencontohkan sebuah perjalanan dengan ongkos dibayarkan Rp 13.000 oleh penumpang, yang masuk ke kantongnya hanya Rp 10.400. Sisanya dipotong oleh aplikator. Menurutnya, apabila potongan bisa dikurangi pendapatannya bisa makin besar.

“Penumpang bayar Rp 13.000, kita bisa cuma dapat Rp 10.400. Kalau biaya aplikasi bisa kurang kan kita bisa dapet lebih gede,” sebut Yanuar.

Hal sama dikeluhkan Sudarto, driver ojol lainnya yang ada di kawasan Lebak Bulus. Sudarto meminta potongan aplikasi dan biaya jasa aplikasi juga harus dipotong, dengan begitu kenaikan tarif bisa lebih terasa.

Dia mempertanyakan aturan pemerintah potongan aplikasi maksimal cuma 15%. Namun nyatanya dia merasakan tak ada penurunan potongan aplikasi saat ini dibandingkan sebelum aturan tarif ojol baru mulai berlaku.

“Harusnya tarif naik, potongan-potongan, biaya aplikasi itu juga bisa diturunin. Ini katanya 15% tapi kayaknya sama-sama aja potongan ke kita,” ungkap Sudarto ketika berbincang dengan detikcom.

Sudarto pun membuka hitung-hitungannya, untuk sebuah perjalanan seharga Rp 15.000 yang dibayarkan penumpang, driver cuma dapat Rp 10.400. Setidaknya, untuk potongan dan biaya lain-lainnya bisa mencapai Rp 4.600.

“Argo pendek misalnya Rp 14.000, paling di customer jadi Rp 15.000. Sementara potongan jadi Rp 4.600, kita dapat Rp 10.400. Argo lama cuma Rp 9.600, ya Rp 800 perak doang naiknya,” jelas Sudarto.