Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 3, 2023

rakyat62.id – Kondisi perekonomian global saat ini masih dibayang-bayangi ketidakpastian yang berasal dari lonjakan inflasi di berbagai negara, imbas dari konflik Rusia-Ukraina yang tidak berkesudahan, serta meningkatnya kebutuhan komoditas energi jelang musim dingin.

Lonjakan inflasi tersebut kemudian direspons oleh pengetatan kebijakan moneter bank sentral berbagai negara, dengan cara menaikan suku bunga acuannya secara agresif.

Kedua sentimen tersebut membuat bursa saham di berbagai negara bergerak cukup fluktuatif, sehingga sejumlah investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya, dan tidak sedikit memutuskan untuk ‘wait and see‘.

Namun demikian, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep mengatakan, di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu, dirinya tetap mencoba untuk terus berinvestasi di pasar modal.

Ia mengungkapkan, hal tersebut sesuai dengan nasihat yang disampaikan oleh ayahnya, sehingga saat ini mayoritas dana yang dimiliki berada di pasar modal.

“Semua orang punya risiko masing-masing. Buat saya pribadi, karena saya selalu sama bapak dianjurkan untuk bisa berinvestasi, makanya mungkin hampir 60-70 persen uang saya ada di investasi saham,” tutur dia, dalam peluncuran Saham Rakyat versi Pro, di Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Kaesang yang juga merupakan brand ambasador Saham Rakyat menekankan, dalam berinvestasi di bursa saham dirinya fokus melakukan penilaian secara fundamental.

Asal tahu saja, analisis fundamental digunakan untuk mengetahui prospek atau keamanan emiten dengan cara memperhitungkan kondisi perusahaan tersebut, kondisi ekonomi, serta industri terkait.

Penggunaan analisis fundamental sendiri selaras dengan kriteria investasi Kaesang, yang berfokus pada jangka menengah hingga panjang.

“Soalnya enggak ada waktu kalau ngelihatin (pergerakan saham) setiap hari,” katanya.

Lebih lanjut Ia membeberkan, saat ini sektor energi, khususnya batu bara, menjadi salah satu sektor utama dalam portofolio sahamnya, sebab sebagaimana diketahui kinerja industri tersebut sedang moncer terimbas dari kenaikan harga komoditas dunia.

“(Alasan) kedua, sebentar lagi kan winter di Eropa jadi kebutuhan batu bara pasti meningkat, otomatis harga meningkat, berarti performa perusahaan meningkat. Itu yang kadang saya analisa,” tuturnya.

Selain sektor batu bara, Kaesang juga tengah berfokus pada emiten yang bergerak pada sektor entertainment serta emiten berkaitan dengan voucher.

“Jadi balik lagi ke fundamental. Saya enggak lihat chart, saya mengedepankan fundamental,” ucapnya.