Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 30, 2023

rakyat62.id – Pemegang saham menyetujui private placement PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Keputusan ini sekaligus menandakan resminya Anthoni Salim berkongsi dengan entitas usaha Grup Bakrie tersebut.

“RUPSLB hari ini menghasilkan 97% pemegang saham menyetujui private placement,” ujar Direktur BUMI Dileep Srivastava, Selasa (11/10/2022).

BUMI bakal menerbitkan 200 miliar saham baru. Dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham, maka duit segar yang diperoleh mencapai Rp 24 triliun.

“Konglomerat Tanah Air, Grup Salim, dan mantan investment banker Agoes Projosasmito, bersama dengan Keluarga Bakrie, bakal menggunakan haknya dalam private placement,” terang Dileep.

Seperti diketahui, Anthoni Salim memang dikabarkan bakal masuk dalam entitas Grup Bakrie tersebut.

Berdasarkan dokumen resmi yang diperoleh CNBC Indonesia, bakal ada dua entitas usaha yang bakal menyerap saham baru BUMI. Saham baru ini diterbitkan melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau private placement.

Entitas pertama adalah Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL). Sedang entitas berikutnya adalah Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Adapun komposisi pemegang saham MEL adalah, PT Bakrie Capital Indonesia memiliki sebesar 42,5% saham MEL. Kemudian, Clover Wide Limited menguasai 15% saham. Terakhir, Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. (MPEL) memiliki 42,5% saham MEL.

Nah, Mach Energy Pte. Ltd. adalah perusahaan di bawah Grup Salim. Anthoni Salim memiliki kendali penuh atas Mach Energy Pte. Ltd..

Setelah penyelesaian private placement, baik BCI maupun MPEL akan bersama-sama mengendalikan MEL. Semua keputusan yang dibuat MEL akan disetujui bersama oleh BCI dan MEPL.

Sedang TGIL merupakan perusahaan yang berdomisili di Singapura. PT Aswana Pinasthika Investasi dan MPEL masing-masing menguasai 16,5% dan 83,85% saham TGIL.

MEL bakal mengambil 85% dari 200 miliar saham baru yang diterbitkan BUMI di harga Rp 120 per saham melalui private placement. Sedang TGIL bakal menyerap 15% sisanya.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk restrukturisasi utang.