Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 2, 2022

Gujarat: Ratusan orang berunjuk rasa di sejumlah wilayah India dalam memprotes keputusan pemerintah membebaskan 11 pria yang telah divonis penjara seumur hidup atas kasus pemerkosaan seorang perempuan Muslim di tahun 2002.
 
Sabtu kemarin, kelompok pedemo di ibu kota New Delhi meneriakkan slogan kecaman dan mendesak pemerintah negara bagian Gujarat di bawah kendali Partai Bharatiya Janata (BJP) untuk membatalkan keputusan pembebasan 11 pemerkosa.
 
Dikutip dari laman TRT World, Minggu, 28 Agustus 2022, unjuk rasa serupa juga terjadi di beberapa negara bagian India.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesebelas pria, yang dibebaskan dalam skema penangguhan hukuman pada 15 Agustus saat India merayakan 75 tahun kemerdekaan, telah dinyatakan bersalah pada 2008 atas kasus pemerkosaan, pembunuhan dan perkumpulan ilegal.
 
Para terpidana disambut keluarga mereka di luar penjara. Kaki mereka kemudian disentuh pihak keluarga sebagai tanda penghormatan dalam kebudayaan India.
 
Grup Hindu berhaluan sayap kanan, Vishwa Hindu Parishad (Dewan Hindu Global), menyambut kesebelas pria tersebut dengan karangan bunga.
 
Parishad adalah sayap budaya dari Rashtriya Swayamsevak Sangh atau RSS — grup sayap kanan Hindu terbesar di India.

Meminta Jawaban

Korban pemerkosaan, yang kini sudah berusia 40-an tahun, terpukul atas keputusan pemerintah Gujarat yang membebaskan 11 pemerkosanya. Ia mengatakan bahwa keyakinannya terhadap keadilan di India mulai goyah.
 
Saat terjadinya pemerkosaan, korban sedang berada dalam kondisi hamil. Ia diperkosa secara brutal oleh 11 pria dalam kekerasan komunal di Gujarat pada 2002. Dalam kerusuhan ini, lebih dari 1.000 orang — sebagian besar Muslim — tewas.
 
Peristiwa itu merupakan kekacauan religius terparah di India sejak negara tersebut merdeka dari Inggris di tahun 1947.
 
Tujuh anggota keluarga korban, termasuk anak perempuannya yang berusia tiga tahun, juga tewas dalam kekerasan.
 
“Seluruh negara harus meminta jawaban langsung dari perdana menteri di negeri ini,” tutur Kavita Krishnan, seorang aktivis ternama.
 
Sejumlah pejabat di Gurajat mengatakan bahwa permohonan remisi para terpidana telah dikabulkan karena mereka telah menyelesaikan lebih dari 14 tahun masa tahanan.
 
Kesebelas pria itu memenuhi syarat kebijakan remisi tahun 1992 yang masih berlaku saat mereka dinyatakan bersalah. Sementara berdasarkan kebijakan terbaru India di tahun 2014, remisi tidak diperbolehkan bagi terpidana kejahatan tertentu, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan.
 
Baca:  Polisi India Perkosa Remaja yang Sebelumnya Jadi Korban Pemerkosaan
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.