Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 2, 2023

rakyat62.idJakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Eropa kompak menguat pada sesi awal perdagangan Selasa (27/9/2022), di mana bursa saham berusaha pulih dari penurunannya pada awal pekan ini.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi melesat 1,12% ke 393,09, di mana saham perjalanan dan hiburan meroket 2,1% dan menjadi pemimpin kenaikan sektor. Sementara mayoritas sektor berada di zona hijau.

Hal serupa terjadi pada indeks DAX Jerman menguat tajam 1,16% ke 12.369,92 dan indeks CAC Prancis terapresiasi 0,75% ke posisi 5.812,76. Indeks FTSE naik 0,37% ke 7.046,61.

Semua perhatian investor masih berfokus pada pergerakan nilai tukar poundsterling dan pasar obligasi Inggris setelah aksi jual bersejarah kemarin. Hal tersebut terjadi setelah pemerintah Inggris mengumumkan kebijakan fiskal pada Jumat (23/9) pekan lalu.

Pemerintah Inggris mengumumkan era baru perekonomian yang berfokus pada pertumbuhan, termasuk pemangkasan pajak serta insentif investasi untuk dunia usaha. Para pelaku pasar khawatir utang Inggris akan kembali meningkat. Padahal rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini lebih dari 100%, tertinggi dalam 60 tahun terakhir.

Kebijakan pelonggaran fiskal yang dilakukan pemerintah juga berbanding terbalik dengan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang mengetatkan moneter dengan menaikkan suku bunga guna menurunkan inflasi.

Akibatnya, poundsterling sempat terkoreksi hingga 4,37% ke ke US$ 1.0382/GBP pada Senin (26/9) dan menjadi level terendah sepanjang sejarah melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, pada perdagangan hari ini pukul 15:42 WIB, poundsterling berhasil menguat 0,89% terhadap dolar AS ke US$ 1,08203/GBP.

Saham Nexi melesat 6% pada sesi awal perdagangan dan menjadi emiten teratas dari indeks Stoxx 600 setelah perusahaan tersebut melaporkan strategi bisnis terbarunya, di mana pendapatannya diprediksikan akan menyentuh 2,8 miliar atau setara US$ 2,7 miliar pada 2023.

Sebaliknya, saham Vitrolife terjun bebas lebih dari 9% dan menjadi emiten terbawah dari indeks Stoxx 600.

Bursa saham di Asia Pasifik bergerak beragam hari ini, setelah berakhir terkoreksi pada Senin (26/9). Sementara kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS diperdagangkan lebih tinggi dan berusaha pulih dari penurunannya pada awal pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA