Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 29, 2022

Tripoli: Setidaknya 23 orang tewas dalam pertempuran berdarah yang meletus di ibu kota Libya pada Sabtu, 27 Agustus 2022. Pertempuran berlangsung antar milisi dari dua kubu pemerintahan yang selama ini bersaing memperebutkan kekuasaan.
 
Pertempuran ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas di tengah mandeknya situasi politik di Libya.
 
Dikutip dari ITV, Kementerian Kesehatan Libya melaporkan bahwa pertempuran terbaru di Tripoli telah melukai lebih dari 140 orang, dan 64 keluarga di sekitar lokasi konflik telah dievakuasi.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eskalasi ini berisiko menghancurkan situasi relatif tenang di Libya dalam dua tahun terakhir. Negara kaya minyak itu jatuh ke kekacauan sejak terjadinya pemberontakan yang berujung pada tergulingnya diktator Moammar Gaddafi pada 2011.
 
Menurut keterangan juru bicara layanan darurat Libya, Malek Merset, satu dari 23 korban tewas adalah Mustafa Baraka yang dikenal sebagai komedian. Baraka meninggal setelah terkena tembakan senjata api di bagian dada.
 
Merset mengatakan pihaknya masih berusaha mengevakuasi korban luka dan warga sipil di yang terperangkap dekat lokasi pertempuran. Baku tembak antar kedua kubu berlanjut hingga Sabtu malam.
 
Kemenkes Libya mengatakan bahwa beberapa rumah sakit dan pusat medis di ibu kota ikut terkena dampak serangan. Beberapa tim ambulans juga dikabarkan tidak bisa mengevakuasi warga sipil, sebuah kondisi yang dapat dikategorikan sebagai “kejahatan perang.”
 
Dewan Kota Tripoli menyalahkan kelas politik berkuasa sebagai dalang dari memburuknya situasi di ibu kota. Dewan mendesak komunitas internasional untuk “melindungi masyarakat sipil di Libya.”
 
Aksi kekerasan terbaru memicu kepanikan luas di tengah masyarakat Tripoli. Sebuah video di media sosial memperlihatkan sejumlah rumah, fasilitas pemerintah dan kendaraan yang rusak akibat pertempuran di ibu kota Libya.
 
Video lainnya memperlihatkan pasukan milisi mengerahkan persenjataan berat dan menembakkan ke kubu lawan sepanjang malam.
 
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libya mengatakan bahwa pertempuran ini meliputi serangan terhadap sejumlah permukiman yang dihuni warga sipil Tripoli.
 
Baca:  Bentrokan Bersenjata di Libya Tewaskan 13 Orang, Termasuk 1 Bocah
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.