Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Februari 8, 2023

Jakarta:Tren kenaikan suku bunga acuan di beberapa negara sejalan dengan meningkatnya inflasi. Hal ini tentu berdampak pada kenaikan suku bunga di sektor perumahan. 
 
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani bahkan menilai masyarakat Indonesia akan semakin sulit memiliki rumah karena cicilannya akan semakin memberatkan.
 
Head of Agent Account Management Pinhome Panca Satria mengatakan bahwa pernyataan tersebut dapat dijadikan motivasi oleh anak muda untuk tidak lagi menunda membeli hunian. 






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saat ini masih banyak ketersediaan rumah yang bisa dijangkau oleh generasi muda, terlebih unit perumahan subsidi pemerintah yang dibanderol seharga Rp160 jutaan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Juli 2022.
 
Menurutnya, ada beberapa karakteristik rumah yang bisa dijangkau dengan mudah oleh generasi muda. Salah-satunya adalah rumah primer atau baru.
 
“Banyak developer perumahan menawarkan uang muka ringan sampai dengan 0 persen, berbeda dengan rumah seken dengan uang muka rata-rata di angka 20 persen,” jelasnya.
 

Sr. Head of Financial Consultant KoinWorks Willy Sanjaya membeberkan strateginya dalam memiliki properti pertama. Dia memulai dengan berinvestasi pada hunian vertikal dengan harga yang lebih terjangkau di dekat pusat kota Jakarta, sebelum pada akhirnya memutuskan untuk pindah ke rumah tapak. 
 
Sementara Panca memulai investasi pertamanya saat sedang mengontrak rumah. Ia menyampaikan, dengan cara tersebut, pembeli dapat mencicil uang muka dengan lebih ringan.
 
Berbicara kepemilikan rumah, tidak terlepas dari perencanaan keuangan yang matang. Willy menuturkan tentunya butuh niat dan tekad yang kuat untuk memutuskan membeli properti atau rumah. 
 
Namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan perencanaan keuangan yang matang. Salah satunya adalah dengan menerapkan teori perencanaan keuangan 1234.
 
“Itu berarti 10 persen pendapatan dalam satu bulan dialokasikan untuk berinvestasi, 20 persen untuk hiburan, 30 persen untuk utang, dan 40 persen untuk konsumsi yang terukur,” ujarnya.
 
Saat ini masih banyak pilihan hunian yang terjangkau di Indonesia. Selain itu, ada banyak cara untuk mengetahui pilihan rumah di pasaran, salah satunya melalui platform aplikasi Pinhome sebagai langkah awal pencarian properti.
 

(KIE)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.