Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Januari 30, 2023

rakyat62.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkapkan alasan dibalik dipilihnya private placement sebagai bagian dari restrukturisasi utang. Efisiensi waktu menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Kami sejatinya telah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk rights issue,” ujar President Director BUMI Adika Nuraga Bakrie, Selasa (11/10/2022).

Rights issue maupun private placement memang sama-sama memberikan efek dilusi. Efek ini menyebabkan persentase kepemilikan saham investor berkurang lantaran semakin banyak saham beredar setelah aksi korporasi. Namun, rights issue setidaknya masih memberikan kesempatan pemegang saham publik atau ritel untuk menggunakan haknya.

Sehingga, mereka bisa terhindar dari efek dilusi. Sedang private placement tidak memberikan hak, sehingga inevstor langsung terkena dilusi. Dalam kasus BUMI, dilusinya mencapai 58,8%.

Pemilihan itu yang sempat mendapat sedikit protes dari pemegang saham ritel. “Karena ada deadline 11 Desember, maka kami menilai private placement menjadi opsi yang paling tepat,” imbuh pria dengan sapaan Aga Bakrie tersebut.

Asal tahu saja, BUMI melepas 200 miliar saham di harga Rp 120 per saham. Sehingga, nilai aksi korporasi ini mencapai Rp 24 triliun.

Prospektus private placement BUMI menyebut sebesar maksimum US$ 1,56 miliar atau setara dengan Rp 23,4 triliun (asumsi kurs Rp 15.000) akan digunakan untuk melakukan penyelesaian kewajiban perseroan berupa pembayaran utang PKPU. Adapun total saldo Utang PKPU setelah jadwal pembayaran di 12 Juli 2022 adalah sebesar US$ 1,73 miliar.

Selanjutnya jelang private placement, sisa utang PKPU pada diproyeksikan sebesar maksimum US$ 1,56 miliar karena sebesar US$ 221,31 juta utang dibayarkan dengan menggunakan kas internal perseroan dan porsi bunga tambahan hingga jatuh tempo 11 Desember 2022 sebesar maksimum US$ 54,85 juta.