Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Oktober 1, 2022

rakyat62.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya sempat membuat kecewa keluarganya karena memilih mengembangkan bisnis media dan olahraga, ketimbang membantu mengembangkan bisnis keluarganya di bidang pertambangan.

Cerita itu diungkapkan Erick Thohir dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi @erickthohir beberapa hari lalu.

“Saya punya mimpi lain, saya buka usaha sendiri, yang akhirnya fokus di media dan olahraga. Saat itu, orang tua dan kakak saya kecewa, tapi saya buktikan bagaimana transaksinya bisa sampai ke Inter Milan,” kata Erick seperti dikutip Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Erick mendirikan perusahaan media yakni PT Mahaka Media pada tahun 1992. Ia juga sempat menjadi Presiden Inter Milan pada tahun 2013.

Erick mengatakan, jika ia ingin bermanja-manja saat muda, maka ia bisa saja bergabung dengan kakaknya, Garibaldi Thohir (Boy Thohir) mengembangkan usaha tambang.

“Kalau saya mau bermanja-manja (ikut berbisnis tambang), waktu kakak saya pulang dari sekolahnya di luar negeri, kami memutuskan untuk fokus di 1, 2, atau 3 usaha, dan saat itu diputuskan pertambangan, saya diharapkan membantu, tapi saya punya mimpi lain,” kata Erick.

Erick mengatakan, terkadang seseorang terjebak pada paradigma saat ini. Padahal, masa depan belum tentu sesuai dengan yang diinginkan.

“Memang itu challenge kita sebagai manusia, bagaimana kita bisa breakthrough,” kata dia.


Erick bilang, saat ia menjadi Presiden Inter Milan, dana yang ia miliki juga tidak banyak. Ia bahkan harus meminjam kepada Bank Eropa saat itu, dengan menjaminkan sebagian asetnya. Ia juga meminta bantuan teman-teman dekatnya.

“Enggak cukup uangnya, tapi bagaimana kita bisa meyakinkan bank waktu itu, Bank Eropa, bank internationl, dengan track record saya dan ada sebagian aset saya kurang, kita ajak-ajak teman. Apa poinnya? kita kerja keras semua, itu yang harus kita lakukan kalau kita mau maju,” kata dia.

Erick yakin dengan kerja keras, jalan meraih mimpi akan terbuka. Namun, komitmen berbisnis juga harus ditekankan, agar bisnis bisa berjalan berkelanjutan.

“Bekerja keras meraih mimpi berbisnis di bidang olahraga dan media. Alhamdulillah dengan niat dan ikhtiar, semua ada jalan,” kata dia.