Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.id – Bank Indonesia ( BI ) memprediksi nilai tukar rupiah pada 2023 akan berada di kisaran Rp 14.800-15.200 per dollar AS.

Dengan demikian nilai tukar rupiah akan mengalami depresiasi dibanding tahun ini. Sebab, BI memperkirakan nilai tukar rupiah di 2022 akan di kisaran Rp 14.500-14.900.

” Nilai tukar rupiah untuk 2022 kisaran Rp 14.500-14.900 dan di 2023 Rp 14.800-15.200,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (31/8/2022).

Kendati demikian, Perry mengatakan, BI akan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah agar tidak terdepresiasi terlalu dalam lantaran saat ini kondisi pasar uang dunia masih tidak menentu.

Hal ini tercermin dari nilai tukar rupiah pada 26 Agustus 2022 yang menguat secara rerata sebesar 0,95 persen atau sebesar 0,10 persen secara point to point dibandingkan akhir Juli 2022.

Perkembangan nilai tukar rupiah tersebut, kata dia, sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik di tengah ketidakpastian tersebut.

“Langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah kami lakukan terus. Alhamdulillah nilai tukar rupiah tetap terjaga,” kata Perry.

Meski begitu, BI mencatat nilai tukar rupiah sampai dnegan 26 Agustus 2022 terdepresiasi 3,81 persen secara year to date dibandingkan dengan akhir 2021.

Namun, hal itu relatif lebih baik dibandingkan dengan dpresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia, India, dan Thailand.

Selain nilai tukar rupiah, BI juga memprediksi indikator makroekonomi lainnya di 2022 dan 2023. BI memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di 2022 akan bias ke atas di kisaran 4,5-5,3 persen dan PDB di 2023 juga di kisaran 4,5-5,3 persen.

Sementara untuk proyeksi inflasi di tahun ini dan tahun depan akan berisiko melebihi batas atas sasaran mencapai 4 persen.

“Langkah-langkah untuk pengendalian inflasi menjadi semakin penting,” tuturnya.