Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

September 28, 2022

rakyat62.id – Perusahaan pembiayaan PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance terus bertransformasi untuk fokus pada segmen pembiayaan konsumen.

Direktur Utama BRI Finance Azizatun Azhimah mengatakan, pihaknya menargetkan komposisi pembiayaan konsumen naik pada kisaran 70 persen. Sedangkan, sisanya yakni 30 persen untuk pembiayaan komersial.

“Kami akan terus berinovasi, menjalankan transformasi di berbagai proses bisnis dan operasional. Menjadi lebih cepat melalui proses fast track approval, hingga memperluas coverage pemasaran dengan penempatan relationship manager di gerai induk usaha yaitu BRI,” kata dia dalam siaran pers, Rabu (31/8/2022).

Ia menambahkan, transformasi menjadi multifinance yang fokus pada segmen pembiayaan konsumen telah dilakukan sejak 2019. Namun, baru pada tahun 2022 perusahaan berhasil memacu pertumbuhan segmen konsumer secara lebih agresif di tengah permintaan tinggi di pasaran.

Azizah mengaku, porsi pembiayaan konsumen dibandingkan dengan pembiayaan komersial BRI Finance terus meningkat secara konsisten. Misalnya, Pada 2020 komposisinya masih 35 berbanding 65 persen.

Lalu, perbandingan pembiayaan konsumen dan komersial berbalik menjadi 59 berbanding 41 persen pada 2021.

“Perbandingan konsumer dan komersial terus meningkat menjadi 68 berbanding 32 persen per Mei 2022,” jelas dia.

Untuk terus menggenjot transformasi ini, Azizah telah meramu beberapa inisiatif. Pertama, BRI Finance mengimplementasikan branchless financing melalui penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI. BRI Finance sudah menempatkan tenaga pemasar di 175 unit kerja BRI. Ke depan, penempatan tenaga pemasar di cabang BRI pun akan diperluas.

Sebab BRI Finance ingin mengoptimalkan akses pada 120 juta nasabah potensial dari BRI Group.

Ia bilang, hal itu merupakan salah satu bentuk optimalisasi penunjukan BRI Finance sebagai Single Gateway Auto Loan BRI Group atau pengalihan seluruh bisnis otomotif BRI Group ke perusahaan yang sudah dilakukan sejak tahun 2020.

Kedua, BRI Finance mengembangkan digitalisasi bisnis dan payment gateway. Salah satunya melalui pengembangan dan inovasi aplikasi MyBrif sebagai bagian dari transformasi digitalisasi proses bisnis.

BRI Finance bekerja sama dengan ekosistem BRI Group termasuk super apps BRI yaitu BRIMo dan layanan branchless BRILink. Sementara untuk pertumbuhan pangsa pasar di luar grup, BRI Finance melakukan kolaborasi digitalisasi bisnis bersama marketplace otomotif.

Terakhir, BRI Finance mengimplementasikan fast track approval untuk percepatan proses persetujuan pembiayaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari re-engineering proses bisnis melalui pemanfaatan credit scoring dan data digital sehingga diharapkan proses pengajuan pembiayaan hingga persetujuan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Inisiatif ini juga merupakan wujud dari komitmen kami untuk senantiasa memberikan layanan yang terbaik kepada debitur,” tandas Azizah.

Sebagai informasi, pada 2022 BRI Finance membidik pembiayaan baru mencapai sekitar Rp 4 triliun yang mana saat ini sudah terealisasi lebih dari Rp 2 triliun.